Waspada Demam Berdarah Dengue Di Tengah Pandemi

Scroll down to content

DBD atau Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue, dan merupakan penyakit yang mudah menular. DBD berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus. Bulan April dan Mei merupakan musim pancaroba di Indonesia. Pancoroba merupakan peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Biasanya pada musim pancaroba ini, banyak orang yang terkena penyakit DBD. Wilayah Indonesia merupakan wilayah dengan kategori tropis, dimana DBD sangat rentan di iklim tersebut dan hampir setiap tahun memakan korban jiwa. Masyarakat pun dihimbau untuk waspada terhadap DB terutama di masa-masa pandemi saat ini.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengatakan meminta waktu untuk keluarga yang saat ini berada di rumah untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk, dan menjaga kebersihan rumah, namun tetap melakukan physical distancing karena pandemi Corona. Pemerintah pun sigap untuk mengantisipasi ancaman DBD di Indonesia. Gejala DBD pada umumnya timbul4-7 hari sejak gigitan nyamuk, dan dapat berlangsung selama 10 hari. Beberapa gejala demam berdarah, yaitu:

  • Demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius
  • Nyeri kepala berat
  • Nyeri pada sendi, otot, dan tulang
  • Nyeri pada bagian belakang mata
  • Nafsu makan menurun
  • Mual dan muntah
  • Ruam kemerahan sekitar 2-5 hari setelah demam
  • Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening
  • Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit.

Warga juga diimbau menerapkan gerakan 3M untuk mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat memasuki peralihan musim, yang terdiri dari :

  1. Menguras dan membersihkan tempat penampuangan air, seperti bak mandi, ember air.
  2. Menutup rapat tempat penampuangan air, seperti ember dan toren
  3. Mendaur ulang barang bekas yang menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk DBD

Selain melakukan gerakan 3M, pencegahan DBD bisa dilakukan dengan cara-cara lainnya yaitu dengan menaburkan bubuk abate pada tempat penampuangan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk untuk kolam, membersihkan gantungan-gantungan pakaian dirumah, atau menanam tanaman pengusir nyamuk. Jagalah kesehatan diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: