Yuk Kenali Penyakit Anemia Defisiensi Besi

Scroll down to content

Anemia defisiensi besi adalah salah satu masalah gizi mikronutrien yang dihadapi remaja Indonesia, yakni sekitar 12% remaja laki-laki dan 23% remaja perempuan mengalami anemia, yang sebagian besar diakibatkan kekurangan zat besi.

Seperti dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2018, anemia pada remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki. Anemia pada remaja ini berdampak buruk pada penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran dan produktivitas.

Mengenal Anemia Defisiensi Besi?
Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang disebabkan oleh kekurang zat besi yang pada akhirnya mengakibatkan kekurangan darah. Zat besi adalah zat pembentuk hemoglobin, protein yang membantu sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Jika seseorang tidak memiliki cukup zat besi, tubuh tidak menghasilkan sel darah merah yang cukup sehingga tubuh menjadi kekurangan hemoglobin, yang membawa oksigen. Jika tidak cukup oksigen dalam darah, Anda mungkin akan merasa lelah, lemah, dan sesak napas.

Gejala Anemia Defisiensi Besi
Anda mungkin tidak menyadari adanya gejala anemia, karena berkembang perlahan dan gejalanya mungkin ringan. Bahkan, Anda mungkin tidak menyadari sampai anemia semakin memburuk dengan gejala berikut:

  • Merasa lemah
  • Kelelahan yang ekstrem
  • Nyeri dada
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Sesak napas
  • Sakit kepala atau pusing
  • Kulit pucat
  • Tangan dan kaki dingin
  • Kesemutan di kaki
  • Pembengkakan pada lidah atau nyeri
  • Kuku rapuh dan pecah-pecah
  • Restless legs syndrome – keinginan tidak terkontrol untuk menggerakkan kaki saat tidur
  • Mudah marah
  • Sulit berkonsentrasi

Sementara anak yang mengalami kekurangan darah akan mengalami gejala anemia defisiensi besi seperti berikut:

  • Rewel
  • Nafsu makan yang buruk
  • Tumbuh lebih lambat dari biasanya

Penyebab Anemia Defisiensi Besi
Anemia defisiensi besi disebabkan oleh rendahnya tingkat zat besi dalam tubuh. Seseorang yang mengalami kekurangan zat besi disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

  1. Pola Makan yang Buruk
    Buruknya pola makan adalah penyebab utama kekurangan zat besi, karena tubuh secara teratur mendapatkan zat besi dari makanan yang Anda makan. Untuk itu, konsumsilah makanan yang mengandung banyak zat besi, seperti telur, daging, sayuran hijau, dan makanan yang diperkaya zat besi. Makanan ini diperlukan oleh tubuh untuk memproduksi hemoglobin.
  2. Kehilangan Darah
    Zat besi dapat ditemukan terutama dalam darah, karena disimpan dalam sel darah merah. Bila kehilangan banyak darah karena kecelakaan, cedera, melahirkan, atau menstruasi yang berat, kemungkinan akan mengalami kekurangan zat besi. Namun, dalam beberapa kasus, kehilangan darah akibat penyakit kronis atau beberapa penyakit kanker dapat menyebabkan kekurangan zat besi.
  1. Kemampuan Menyerap Zat Besi Berkurang
    Meski jarang, beberapa orang tidak dapat menyerap cukup zat besi dari makanan yang mereka makan. Penyebabnya mungkin karena masalah pada usus kecil, seperti penyakit celiac atau penyakit Crohn, atau bila sebagian dari usus kecil telah diangkat.
  2. Kehamilan
    Rendahnya kadar zat besi biasa dialami wanita hamil, karena cadangan zat besi dalam tubuhnya untuk memenuhi peningkatan volume darah, yang menjadi sumber hemoglobin untuk perkembangnan janin dalam kandungan.
  3. Endometriosis
    Jika wanita menderita endometriosis, mungkin ia mengalami kehilangan banyak darah yang tidak dapat disadari karena tersembunyi di area perut atau panggul.

Sumber : Dokter Sehat
Foto : Halodoc

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: