Bercak Merah Pada Kulit Bisa Terjadi Karena Infeksi Virus Parvovirus B19

Scroll down to content

Eritema adalah kondisi munculnya bercak kemerahan pada kulit yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah di bawah kulit. Munculnya eritema bisa diakibatkan oleh reaksi peradangan akibat paparan sinar matahari, alergi terhadap beberapa jenis zat atau obat-obatan, hingga infeksi. Penyebab penyakit Eritema adalah virus yang menyebar lewat udara melalui cipratan air liur dan dahak saat bersin atau batuk, atau menular dari satu orang yang lainnya lewat kontak kulit yang dekat, berulang, dan lama. 

Virus akan cepat menyebar di keramaian tempat orang banyak berkumpul, seperti sekolah. Orang cederung terpapar virus ini saat musim pancaroba, yaitu pergantian musim hujan ke musim kemarau. Ada beberapa macam penyakit eritema, yaitu:

1.Eritema Nodosum

Eritema nodosum adalah tipe eritema yang muncul akibat peradangan pada lapisan lemak di bawah kulit. Eritema nodosum dapat menimbulkan bercak-bercak kemerahan pada tungkai bawah yang terasa nyeri ketika ditekan. Bercak kemerahan akibat eritema nodosum kadang juga bisa muncul di paha dan lengan. Eritema nodosum lazimnya akan hilang sendiri dalam waktu 3-6 minggu. Akan tetapi, pada kasus tertentu, eritema nodosum bisa menetap atau hilang-timbul selama bertahun-tahun. Eritema nodosum bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti :

  • Infeksi jamur dan bakteri, misalnya pada penyakit lepra, tuberkulosis, dan infeksi bakteri streptokokus.
  • Infeksi virus, misalnya mononukleosis, hepatitis B dan C, serta infeksi virus herpes simpleks.
  • Penyakit Behcet, yaitu kelainan langka yang menyebabkan peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh.
  • Penyakit kanker, seperti leukemia dan limfoma.
  • Penyakit radang usus, misalnya penyakit Crohn atau kolitis ulserativa.
  • Sarkoidosis.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti pil KB, antibiotik, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), bromida, dan asam salisilat.
  • Kehamilan.

2. Eritema Multiformis

Eritema multiformis adalah penyakit peradangan pada kulit yang biasanya dipicu oleh infeksi atau efek samping obat-obatan. Eritema mutiformis terbagi menjadi dua jenis, yaitu eritema multiformis minor dan eritema multiformis mayor. Eritema multiformis minor biasanya ditandai dengan gejala berupa munculnya bercak kemerahan yang melepuh di kulit. Sedangkan eritema multiformis mayor ditandai dengan munculnya bercak kemerahan dan lepuhan di kulit yang disertai demam tinggi serta nyeri otot dan sendi. Selain di kulit, lepuhan dan bercak eritema multiformis mayor juga bisa muncul di mulut, konjungtiva (lapisan dalam kelopak mata), hidung, vagina, atau anus. Penyebab terjadinya eritema multiformis, antara lain:

  • Infeksi virus, seperti virus herpes simpleks, virus hepatitis, HIV, dan adenovirus.
  • Penyakit akibat infeksi bakteri, seperti difteri, pneumonia, lepra, gonore, limfogranuloma venereum, dan demam tifoid.
  • Infeksi jamur dan parasit, seperti infeksi jamur kulit, toksoplasmosis, dan trikomoniasis.
  • Reaksi alergi obat yang parah, misalnya sindrom Stevens-Johnson.
  • Penyakit tertentu, seperti radang usus atau lupus eritematosus sistemik.

3. Eritema Infektiosum

Nama lain dari erythema infectiosum adalah penyakit kelima (fifth disease). Eritema infektiosum biasanya menimbulkan bercak kemerahan pada kulit akibat infeksi virus parvovirus B19. Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan cairan atau lendir dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak usia 5-15 tahun, namun bisa juga dialami oleh orang dewasa. Eritema infektiosum dapat menimbulkan beberapa gejala, antara lain demam, hidung meler, sakit kepala, ruam atau bercak merah di pipi, dan pembengkakan serta nyeri sendi.

Saat virus mulai berkembang, gejala lainnya yang akan muncul yaitu:

  • Demam yang lebih tinggi dari sebelumnya
  • Memiliki gejala mirip flu
  • Hidung berair
  • Hidung tersumbat
  • Kelelahan
  • Sakit tenggorokan

Pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan untuk terinfeksi atau menginfeksi orang lain dengan cara:

  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air.
  • Menutup mulut serta hidung saat batuk dan bersin.
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan juga mulut saat sedang sakit.
  • Menghindari kontak dengan orang yang sakit.
  • Selalu menjaga sistem kekebalan tubuh agar selalu kuat, dengan cara makan bergizi, olahraga dan istirahat cukup.

Sumber: diadopsi dari sumber serupa lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: