Muncul Gejala Langka Covid-19 Setelah Demam dan Sesak Nafas

Scroll down to content

Memasuki bulan April 2020, genap sudah 4 bulan virus Corona telah menghantui warga Republik Indonesia. Para ahli dari berbagai negara pun masih kesulitan menemukan antivirus untuk penyakit Covid-19 ini. Selama ini, gejala-gejala virus yang diketahui publik adalah seperti demam, batuk dan sesak nafas. Adapula pasien positif Covid-19 yang melaporkan bahwa dirinya tidak merasa memiliki gejala apapun. Seiring bertambah banyaknya pasien terjangkit, diketahui banyak bermunculan gejala-gejala langka yang tidak terungkap selama ini. Dikutip dari CNN Indonesia, berikut adalah gejala-gejala langka tersebut :

  • Rasa Kelelahan Ekstrim

WHO melaporkan hampir 40% dari 60 ribu pasien positif corona mengalami kelelahan ekstrim sebagai gejala awalnya. Bahkan kelelahan ini terus berlanjut meskipun pasien sudah dinyatakan negatif dan virus menghilang. Bahkan diduga rasa lelah tersebut masih terus berlanjut meskipun sampai beberapa pekan setelah masa pemulihan.

  • Diare dan Sering Buang Air Kecil

Adanya perubahan dalam pencernaan dan aktifitas yang aneh pada usus yang membuat seseorang lebih sering ke kamar mandi, contohnya seperti diare dan sering buang air kecil. American Journal Gastroenterology memberikan analisis data yang diambil dari 204 pasien dengan Covid-19 di Provinsi Hubei, China, dan hampir 50 persen di antaranya mengalami diare, muntah, dan sakit perut.

  •  Nyeri Pada Testis

Gejala nyeri pada organ intim pertama kali dilaporkan oleh Harvard Medical School. Dimana pada saat itu, seorang pria yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19 mengeluh merasakan nyeri yang hebat pada alat kelaminnya. Meskipun pada saat pemeriksaan organ intimnya, tidak ditemukan masalah apapun.

  • Konjungtivitis

Perubahan warna pada mata ini bermula dari adanya penelitian dari China dan Korea Selatan yang mengatakan bahwa sekitar 1 persen hingga 2 persen pasien Covid-19 menderita konjungtivitis. Konjungtivitis adalah kondisi yang sangat menular akibat virus, dimana adanya peradangan pada lapisan jaringan yang tipis dan transparan yang disebut konjungtiva. Salah satu gejala dari Virus SARS-CoV-2 adalah konjungtivitis. Maka dari itu, tidak mengherankan bila virus Covid-19 ini juga mengalami gejala serupa.

  • Kulit Merah dan Gatal-gatal

Lebih dari 400 ahli dermatologi mengkonfirmasi bahwa kulit kemerahan dan gatal-gatal menjadi salah satu gejala Covid-19. Gejala tersebut ditemukan pada sejumlah pasien positif dimana ditemukan seperti bercak kemerahan akan sangat persisten dan terlihat seperti bekas luka yang terkadang terasa menyakitkan. Selain itu, sensasi terbakar pada kulit juga menjadi salah satu gejala baru yang mungkin disebabkan oleh virus corona yang menjadi salah satu respons imun tubuh terhadap sistem saraf pasien.

Untuk itu, kita perlu berhati-hati jika menemukan hal-hal yang aneh terjadi pada tubuh kita. Untuk meminimalisir hal tersebut, lebih baik hindari bepergian dan hindari kerumunan orang jika berada di tempat umum. Seseorang yang kita temui bisa saja terlihat sehat, namun bisa juga sebagai pembawa penyakit atau carrier. Maka dari itu, kita perlu berhati-hati dan gunakanlah perlengkapan diri jika mengharuskan untuk pergi ke suatu tempat, seperti masker dan penutup wajah.

photo by Shutterstock

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: