Mengenal Atelektasis, Salah Satu Jenis Penyakit Paru-paru

Scroll down to content

Atelektasis adalah penyakit paru-paru di mana alveolus tidak terisi oleh udara. Atelektasis merupakan salah satu penyebab paru-paru kolaps atau kempis dan tidak bisa mengembang. Alveolus merupakan tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Agar pertukaran tersebut dapat berjalan dengan baik, alveolus harus berisi udara. Pada atelektasis, alveolus tidak terisi oleh udara. Akibatnya, tidak terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Atelektasis dapat menimpa pasien pada usia berapa pun, dengan diawali beberapa gejalanya, antara lain :

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada, terutama ketika menarik napas dan batuk
  • Napas cepat
  • Denyut jantung meningkat (takikardia)
  • Kebiruan pada kulit, bibir, ujung jari (sianosis)
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)

Hampir semua orang yang menjalani operasi mengalami atelektasis dari anestesi. Anestesi mengubah pola pernapasan Anda yang biasa serta penyerapan gas dan tekanan, yang dapat bergabung menjadi penyebab kolaps kantung udara kecil (alveoli) di paru-paru. Kondisi ini sangat terlihat setelah operasi bypass jantung. Penyebab dari Atelektasis dibagi menjadi dua tipe yaitu obstruktif dan non- obstruktif.

Atelektasis obstruktif dapat disebabkan oleh:

  • Sumbatan lendir, yang terjadi selama dan setelah operasi karena Anda tidak dapat batuk, adalah penyebab umum dari atelektasis.
  • Benda asing yang terhirup oleh anak-anak seperti kacang atau bagian kecil dari mainan, ke dalam paru-paru.
  • Penyempitan saluran udara utama akibat penyakit tertentu, seperti infeksi jamur, tuberkulosis yang dapat melukai dan menyempitkan saluran udara utama.
  • Pertumbuhan abnormal seperti tumor dapat menyempitkan saluran udara.
  • Gumpalan darah yang terjadi ketika perdarahan pada paru-paru yang tidak dapat dibatukkan keluar.

Sedangkan penyebab dari atelektasis non-obstruktif meliputi:

  • Cedera akibat kecelakaan mobil, yang membuat kesulitan mengambil nafas.
  • Efusi pleura, yakni penumpukan cairan di antara jaringan (pleura) yang melapisi paru-paru dan bagian dalam dinding dada.
  • Pneumonia.
  • Pneumothorax, yaitu udara bocor ke dalam ruang antara paru-paru dan dinding dada, yang  menyebabkan kolaps paru total atau sebagian.
  • Luka pada jaringan paru akibat cedera, penyakit paru atau operasi.
  • Tumor besar dapat menekan dan mengempiskan paru-paru, bukannya memblokir jalan udara.

Faktor Pemicu dari Atelektasis, seperti:

  • Usia di bawah 3 tahun atau di atas 60 tahun
  • Kondisi yang mengganggu batuk spontan, menguap, dan mendesah
  • Perawatan di tempat tidur yang jarang berpindah posisi tubuh
  • Gangguan fungsi menelan, terutama pada orang usia lanjut, menarik kembali sekresi ke dalam paru-paru adalah sumber utama infeksi
  • Penyakit paru, seperti asma pada anak-anak, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), bronkuektasis atau fibrosis kistik
  • Lahir prematur
  • Operasi perut atau dada yang belum lama terjadi
  • Anestesi umum yang belum lama terjadi
  • Kelemahan otot pernapasan, karena distrofi otot cedera tulang belakang atau kondisi neuromuskuler lainnya
  • Efek samping obat-obatan seperti nyeri perut atau patah tulang rusuk

Atelektasis ringan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa diberikan pengobatan. Terapi yang diberikan meliputi:

  • Teknik batuk yang benar, untuk membantu pengeluaran lendir dari dalam saluran pernapasan
  • Teknik menarik napas dalam, dengan bantuan alat spirometri insentif
  • Terapi ketukan atau perkusi pada dinding dada, baik dengan tangan atau dengan air-pulse vibrator
  • Memosisikan kepala lebih rendah dari tubuh untuk membantu mengeluarkan lendir

Jika atelektasis disebabkan oleh sumbatan lendir pada saluran napas, penanganan dapat dilakukan dengan menyedot cairan mukosa dengan selang suction. Hal ini dapat dilakukan dengan bantuan bronkoskopi. Jika atelektasis disebabkan oleh tumor atau kanker, dokter akan melakukan operasi pengangkatan jaringan. Operasi ini bisa dikombinasikan dengan kemoterapi dan radioterapi. Atelektasis yang tidak mendapat penanganan dapat menyebabkan munculnya komplikasi berupa:

  • Hipoksemia, yaitu kondisi rendahnya kadar oksigen di dalam darah
  • Pneumonia atau paru-paru basah, yaitu peradangan yang disebabkan oleh infeksi di paru-paru
  • Bronkiektasis, yaitu penyakit paru-paru yang disebabkan oleh kerusakan, penebalan, dan pelebaran saluran bronkus secara permanen
  • Gagal napas, yaitu kondisi saat sistem pernapasan tidak mampu menjalankan fungsi penyaluran oksigen dan pembuangan karbon dioksida

Atelektasis bisa dicegah dengan menghindari faktor yang dapat meningkatkan risikonya. Langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menghentikan kebiasaan merokok
  • Memerhatikan keamanan area bermain anak, termasuk menjauhkan benda-benda yang berisiko masuk ke saluran napas anak
  • Melakukan konsultasi rutin ke dokter jika Anda memiliki kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya atelektasis
  • Melakukan fisioterapi setelah menjalani prosedur operasi di bagian dada atau menjalani operasi dengan bius umum

Sumber: Hello Sehat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: