Bahaya Kanker Dibalik Nikmatnya Makanan Bakar

Scroll down to content

Makanan yang dibakar merupakan makanan yang paling nikmat, apalagi jika disajikan jika masih dalam keadaan panas. Aroma ayam bakar, ikan bakar, dan sate rasanya hampir menjadi makanan favorit setiap insan, ditambah dengan aroma gosong dari bara api dan bumbu yang dibakar menjadi citarasa khas dari makanan tersebut. Banyak pernyataan seputar makanan yang dibakar, ternyata dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Nyatanya, makan makanan yang dibakar secara berlebihanlah, yang dapat memicu kanker. Jika kamu mengkonsumsi makanan bakar masih dalam tahap wajar, kamu tidak perlu khawatir.

Membakar makanan seperti daging, ayam, atau ikan dengan suhu tinggi dapat menyebabkan perubahan zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut. Senyawa protein yang ada dalam daging, ayam, maupun ikan dapat bereaksi dengan suhu tinggi dari pembakaran dan membentuk senyawa karsinogenik. Senyawa ini dianggap sebagai salah satu penyebab timbulnya sel kanker, apalagi ketika suhu pembakaran mencapai 100ºC  dan semakin berbahaya saat suhu mencapai 300ºC. Karsinogenik inilah yang berpotensi meningkatkan risiko kanker. Sel kanker akan tumbuh dan berkembang, jika tubuh terus menghisap senyawa karsinogenik tersebut.

Untuk mengkonumsi makanan yang dibakar secara sehat, kamu dapat mendapatkannya dengan mengubah teknik olah makanan seperti memarinasi atau merebus daging atau ayam sebelum membakarnya. Proses marinasi dengan bahan yang asam mampu menurunkan kadar pembentukan karsinogenik. Setelah daging dimarinasi atau direbus, daging bisa dipotong tipis atau kecil, sehingga pada saat proses pembakaran tidak memakan waktu yang lama dan matang dengan cepat. Merendam daging dalam bumbu selama 30 menit juga dapat mengurangi pembentukan zat karsinogen. Nah, pada saat membakarnya, jangan lupa untuk sering membolak-balik makanan tersebut agar tidak menimbulkan bagian hitam di permukaan daging. Jika ada permukaan hitam di dinding daging, jangan lupa untuk membersihkan terlebih dahulu sebelum dimakan yah.

Residu karsinogenik juga dapat menempelnya pada media panggangan yang digunakan, maka dari itu pastikan keadaan alat panggang sudah dalam keadaan bersih dan steril sebelum digunakan. Dengan cara ini, kita tetap dapat menikmati makanan yang dibakar dengan cara yang aman, dan meminimalisir resiko terjadinya kanker. Tidak hanya daging, makanan berupa jagung, sosis, bacon juga bisa memicu kanker jika dibakar terlalu lama. Untuk itu, bijaklah dalam mengkonsumsi makanan yang dibakar diatas arang atau bara api. Apapun yang berlebihan, tidak akan baik untuk kesehatan. Salam sehat!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: