Inilah Tas Viral Dari Tulang Manusia

Scroll down to content

Arnold Putra, sebuah nama yang tidak asing lagi didengar beberapa pekan terakhir. Arnold Putra adalah seorang desainer Indonesia yang merancang tas tangan yang terbuat dari lidah buaya dan tulang punggung manusia. Sebetulnya, foto ini sudah dipublikasikan di Instagram pada September 2016 silam, namun diangkat kembali beberapa pekan terakhir, sehingga namanya pun kembali mencuat. Dari unggahannya terdahulu, Arnold memberikan pernyataan bahwa tas tersebut memang terbuat dari tulang belakang anak yang menderita osteoporosis, dan dibuat di Los Angeles, Amerika Serikat.

Harga tas yang terbuat dari tulang belakang manusia itupun dibanrol senilai 5.000 dolar AS atau sekitar 78 juta. Karya tas tangan karya Arnold berbentuk seperti keranjang, dengan pegangan yang dirancang dari satu sumsum tulang belakang manusia. Arnold sendiri telah memberikan pernyataan bahwa tulang belakang itu didapatkannya resmi dari penyedia material medis di Kanada. Menurut Arnold, membeli tulang belakang manusia sangat memungkinkan apalagi jika didapatkan dari perusahaan yang sudah memiliki lisensi. Perusahaan yang dimaksud Arnold memang adalah perusahaan tersebut yang biasanya menerima spesimen manusia yang disumbangkan untuk obat-obatan. Jika ada kelebihan atau surplus dari spesiment tersebut, perusahaan tersebut dapat menjualnya, dan disinilah Arnold kemudian mendapatkannya, tentunya dengan disertai dokumen yang legal pula.

Meskipun tas tangan tersebut sudah berbentuk dengan sangat baik, namun siapa sangka, koleksi tas yang nilainya puluhan juta rupiah itu masih dalam keadaan belum selesai dikerjakan alias masih dalam tahap uji coba. Pasalnya, bahan yang digunakan untuk membuat tas tersebut selain tulang manusia merupakan bahan-bahan langka yang belum pernah ada dalam proses pembuatan pakaian manapun. Sementara untuk lidah buaya, material tersebut merupakan produk sampingan dari industri daging dan kulit buaya. Arnold juga menegaskan bahwa buaya yang dimaksud pun tidak termasuk dalam kategori hewan yang terancam punah di Amerika Serikat.

Meskipun banyak dikecam karena apa yang dikerjakannya, Menurut Arnold hal ini adalah sah-sah saja untuk dilakukan karena merupakan salah satu dari bentuk kreatifitas. Setiap orang bebas bereksplorasi, bebas berkreasi, dan bebas berekspresi, itulah pendapat Arnold mengenai apa yang dikerjakannya sekarang. Arnold memang dikenal menyukai mode sejak kecil tentunya memiliki selera mode yang tinggi. Kecaman demi kecaman yang memutuskan semangat Arnold terus merealisasikan ide-ide kreatif lainnya untuk kedepannya. Wah, memang kreatifitas itu mahal dan tidak ada habisnya yah, apapun bisa dijadikan sebagai mode, termasuk tulang manusia.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: