Skizofernia, Penyakit Mental Yang Dikenal Dengan “Gila”

Scroll down to content

Skizofrenia adalah penyakit mental kronis yang menyebabkan gangguan proses berpikir dan gangguan mental jangka panjang. Orang yang mengalami skizofrenia biasanya tidak bisa membedakan yang mana khayalan dan yang mana kenyataan. Di Indonesia, skizofrenia dikenal dengan “gila”. Penyakit ini juga menyebabkan pengidapnya tidak memiliki kemampuan untuk berpikir, mengingat, ataupun memahami masalah tertentu. Ciri khas dari skizofrenia paranoid adalah delusi (waham) dan halusinasi. Itulah sebabnya, orang dengan skizofrenia paranoid cenderung mendengar suara-suara di dalam pikiran mereka dan melihat sesuatu yang tidak nyata.

Penderita Skizofrenia juga sering menunjukkan perilaku yang tidak karuan dan tidak dapat mengendalikan perilakunya. Akibatnya, pengidap skizofrenia paranoid sering berperilaku tidak pantas, sulit mengendalikan emosi, hasrat, serta keinginannya. Secara umum, skizofrenia adalah gangguan kejiwaan kronis yang membutuhkan pengobatan berkepanjangan untuk meringankan gejalanya. Gejala skizofrenia biasanya bervariasi berdasarkan jenis dan tingkat keparahannya. Meski begitu, ada beberapa gejala yang paling khas di antaranya:

  • Halusinasi, seperti sering mendengar, melihat, mencium, atau merasakan hal-hal yang tidak nyata. 
  • Delusi, yakni keyakinan kuat akan suatu hal yang salah, misalnya merasa orang lain ingin mencelakakan atau membunuh dirinya.
  • Sulit mengatur pikiran dan ucapan, terkadang apa yang diucapkannya tidak dimengerti oleh orang lain
  • Sulit konsentrasi dan cenderung gelisah serta panik

Gejala Skizofrenia terbagi menjadi dua kategori, yaitu positif dan negatif.  Gejala skizofrenia  positif biasanya berupa delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan adanya perubahan perilaku. Sedangkan gejala Skizofrenia yang negatif meliputi :

  • Tidak menyukai hal-hal yang menjadi dulunya sangat disukai
  • Tidak peduli terhadap kebersihan dan penampilan diri
  • Menarik diri dari lingkungan sosial, seperti teman dan keluarga.
  • Kesulitan tidur atau pola tidur yang berubah.
  • Sangat sensitif dan memiliki suasana hati yang tertekan.
  • Tidak responsif terhadap lingkungan sekitar
  • Kurang motivasi dalam menjalani hidup
  • Konflik pada pikiran, sulit membuat keputusan
  • Kesulitan untuk mengekspresikan dan memperlihatkan emosi
  • Ketakutan akan tempat umum yang ramai
  • Paranoia, seperti kecemasan berlebihan

Gejala di atas terkadang sulit dikenali karena biasanya umum terjadi pada remaja. Akibatnya, banyak orang menganggap jika gejala tersebut adalah hal yang lumrah sebagai fase remaja. Orang dengan kondisi ini biasanya tidak menyadari jika mereka memiliki gejala skizofrenia dan membutuhkan pengobatan. Sampai saat ini tidak diketahui apa penyebab dari Skizofrenia ini. Beberapa ahli berpendapat bahwa Skizofrenia dapat dipicu oleh beberapa hal, seperti :

  • Senyawa kimia, yaitu kadar seratonin dan dopamine di dalam otak yang tidak seimbang
  • Perbedaan struktur otak dan sistem saraf pusat, yang menyebabkan gangguan kejiwaan terkait dengan penyakit otak.
  • Genetik atau keturunan
  • Infeksi virus dan kekurangan beberapa nutrisi ketika masih dalam kandungan.
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang seperti narkotika.

Salah satu penyebab Skizofrenia adalah stress dan depresi. Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang menjadi stress dan depresi, misalnya dikrenakan adanya masalah pada keuangan, rumah tangga, pekerjaan, dan lain sebagainya. Skizofrenia adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, gejalanya masih dapat ditangani dengan pengobatan dan terapi perilaku kognitif, sehingga penderitanya dapat lebih mudah untuk menjalani aktivitas, oleh seorang psikiater dan psikolog berpengalaman. Jika dalam keadaan yang parah, mungkin perawatan di rumah sakit jiwa diperlukan agar Skizofrenia lebih dapat terkontrol. Terapi perilaku dan pelatihan secara psikologis lebih diperlukan, untuk memperbaiki cara berpikir penderita Skizofrenia.

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi penyakit skizofrenia adalah:

  • Abaikan jika rasa halusinasi muncul, misalnya dengan membaca buku, mendengarkan musik, berdoa, atau berbicara dengan teman.
  • Ikut berpartisipasi dalam program atau aktivitas di lingkungan sekitar.
  • Hindari alkohol dan kafein karena akan memicu gejala bertambah parah
  • Jangan biarkan penderita Skizofrenia merasa tertekan, stress, atau kurang tidur

Hidup serumah dengan orang yang memiliki penyakit ini memang bukan hal yang mudah. Anda membutuhkan sejumlah strategi untuk membimbing dan menghadapi pasien agar mempercepat proses pemulihannya. Tips merawat orang dengan skizofrenia adalah mempelajari penyakitnya seperti apa saja faktor-faktor yang menyebabkannya, memberikan dukungan dengan menggunakan tenaga ahli kejiwaan, psikiater, atau komunitas, serta tidak meninggalkan penderita Skizofrenia dalam keadaan sendiri. Penderita Skizofrenia butuh dorongan dan motivasi untuk kembali normal atau setidaknya gejala yang dialaminya tidak semakin bertambah parah.

Sumber: diolah dari beberapa sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: