Hari Bumi di Tengah Pandemi Covid-19

Scroll down to content

22 April 2020 merupakan Peringatan Hari Bumi yang ke 50 tahun. Hari Bumi atau Earth Day pertama kali diperingati pada tahun 1970. Tujuannya untuk menggerakkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memelihara dan melindungi bumi. Hari Bumi ini pertama kali digagas oleh Senator Amerika Gaylord Nelson. 22 April dipilih karena bertepatan dengan masuknya musim semi di belahan bumi utara dan musim gugur di belahan bumi selatan.

Pada tahun 2020 ini, Hari Bumi mengangkat topik mengenai iklim. Adanya krisis perubahan iklim, yang merupakan salah satu ancaman eksistensial terbesar bagi manusia. Terutama di Indonesia, yang merupakan  populasi keempat terpadat di dunia dan masuk ke dalam sepuluh besar penghasil emisi karbon di dunia mempunyai peran penting dalam aksi iklim ini. Tidak hanya itu,  krisis ekologis juga menyebabkan beberapa bencana di Indonesia, misalnya banjir yang melanda beberapa wilayah di Indonesia pada awal tahun 2020.

Di negara-negara lain pun sejumlah kerusakan lingkungan kerap terus terjadi. Di Amerika Serikat, kerusakan hutan dan adanya badai salju di beberapa wilayah bagian. Di Australia terjadi kebakaran hutan paling dahsyat sepanjang sejarah dan menewaskan hampir satu miliar tanaman dan satwa. Hal yang paling mudah yang dapat kita lakukan untuk membuktikan kecintaan kita terhadap bumi, antara lain dengan  melindungi keanekaragaman hayati, menjaga tanaman-tanaman hijau, tidak membuang sampah sembarangan, mendaur ulang sampah agar menjadi zero waste.

Dennis Hayes, Ketua Dewan Jaringan Hari Bumi Emeritus mengatakan bahwa terlepas dari keberhasilan luar biasa dan puluhan tahun kemajuan lingkungan, bumi menghadapi tantangan lingkungan global yang mengerikan. Google merupakan salah satu yang memperingati Hari Bumi ini dengan tema “Google Doodle Earth Day 2020” yang merupakan hasil kolaborasi dengan The Honeybee Conservancy.

Adanya tampilan lebah pada mesin pencarian Google mengingatkan pengguna internet yaitu seluruh manusia bagaimana tindakan kecil yang dilakukan oleh individu akan menghasilkan dampak besar jika dilakukan bersama-sama. Lebah adalah bagian dari ekosistem yang kompleks, dan kontribusi kepada organisasi yang mendukung upaya konservasi apa pun akan membantu memperkuat lingkungan. Parahnya, pada tahun 2020 ini seluruh negara dihadapkan dengan wabah Covid-19 yang menyebar ke seluruh penjuru dunia dengan total 213 negara.

Di Hari Bumi ini, ajakan untuk mencintai bumi tersebar dimana-mana. Semua orang berdiam dirumah, bekerja dari rumah, dan melakukan semuanya dari rumah. Mungkinkah ini cara untuk membuat bumi kita beristirahat? Nyatanya, polusi udara sangat membaik di beberapa negara meskipun wabah ini terus menyebar. Mari kita belajar untuk lebih mencintai bumi ini. Selamat Hari Bumi!

Photo by Shutterstock

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: