Selamat Hari Buku Sedunia 2020

Scroll down to content

Buku merupakan jendela dunia, dan merupakan sumber ilmu yang tidak terbatas sepanjang masa. Banyak keistimewaan dari membaca buku, salah satunya menambah pengetahuan. Apapun yang terjadi di dunia ini, tertuang dalam buku. Dengan membaca buku, kita bisa mengenai sejarah dan informasi dari belahan dunia lainnya. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) memutuskan untuk menetapkan adanya World Book and Copyright Day (Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia) setiap 23 April, untuk menghormati penulis dan buku di seluruh dunia.

Tanggal 23 April dipilih saat perayaan La Diada de Sant Jordi alias Sant Jordi di Catalunya, Spanyol pada 1923. Para pedagang buku di Catalunya mengadakan acara festival buku pada momen perayaan tahunan masyarakat Catalan tersebut. Tanggal 23 April juga merupakan hari kematian dari William Shakespeare yang meninggal pada 23 April 1616 silam. Tujuan diperingatinya Hari Buku Sedunia untuk mengenali ruang lingkup buku yang dipandang sebagai penghubung antara masa lalu dan masa depan, dan jembatan antara budaya dan generasi.

Tanggal 23 April menjadi tanggal yang istimewa bagi setiap pembaca. Setiap tanggal tersebut, Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia dirayakan oleh pencinta buku. Tahun 2020 ini, UNESCO memilih Kuala Lumpur, Malaysia, yang menjadi Ibu Kota Buku Dunia di 2020 yang mengusung tema ‘Caring Through Reading’. Di Hari Buku Sedunia 2020 Dikutip dari situs UNESCO, badan khusus PBB yang berdiri tahun 1945 itu mengatakan kekuatan buku harus dimanfaatkan untuk memerangi isolasi, terutama di situasi pandemi saat ini.

Di saat hampir seluruh besar sekolah di seluruh dunia harus ditutup, disinilah peran buku harus dimanfaatkan. Menurut UNESCO, selain mengisi waktu dengan membaca buku, buku juga dapat menambah kreatifitas. dan orang-orang harus membatasi waktu mereka, kekuatan buku harus dimanfaatkan. Dengan membiasakan diri untuk rajin membaca, akan menumbuhkan pertumbuhan anak-anak sebagai pembaca, dan mempromosikan kecintaan akan sastra. Dengan menciptakan rasa kebersamaan melalui pembacaan bersama dan pengetahuan yang dibagikan, pembaca di seluruh dunia dapat terhubung dan saling membantu mengurangi kesepian.

Dalam keadaan seperti itu, UNESCO mengundang siswa, guru, dan pembaca dari seluruh dunia, serta seluruh industri buku dan layanan perpustakaan, untuk bersaksi dan mengekspresikan kecintaan mereka terhadap membaca.┬áPada┬ámasa pandemi [Corona](global “”) COVID-19 ini, buku juga menjadi jendela dunia saat isolasi. Berimajinasi berjalan-jalan di dunia tanpa keluar rumah. Selamat Hari Buku Sedunia!

Sumber: diambil dari sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: