Usus Buntu Karena Keseringan Makan Cabe? Cek Faktanya Disini

Scroll down to content

Kalau mendengar kata usus buntu, sepintas hal yang terpikirkan adalah mitos-mitos seperti terlalu banyak mengkonsumsi cabe, kebanyakan makan mie instan atau lari setelah makan. Padahal kenyataannya, mengkonsumsi makanan pedas bukanlah penyebab utama usus buntu. Usus buntu dalam bahasa medis dikenal dengan nama Apendisitis. Orang awam mengenalnya dengan sebutan “usus buntu”. Mengkonsumsi cabe atau biji cabe tidak ada hubungannya dengan usus buntu, karena biji cabe terolah di usus dan dikeluarkan melalui feses. Banyak orang yang beranggapan bahwa jika suka makan cabe, maka biji cabe akan penuh di usus sehingga mengakibatkan usus buntu. Namun, sebenarnya tidak pernah ditemukan biji cabe dalam operasi usus buntu.

Bagaimana dengan mie instan? Kata-kata yang mengatakan usus buntu akibat dari keseringan makan mie instan, adalah sepenuhnya mitos belaka. Mie instant memang mengandung beberapa unsur kimia dan pengawet yang memang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi terlalu sering. Usus buntu dipicu karena ada pembengkakan bakteri. Maka dari itu, setiap orang dianjurkan untuk rajin mengkonsumsi sayuran. Mitos lainnya adalah berlari setelah makan memicu usus buntu. Kenyataannya, memang tidak dianjurkan berlari setelah makan karena adanya sirkulasi darah menuju usus. Sering kita dengar bahwa jangan makan sebelum berolahraga, ini adalah salah satu alasannya mengapa hal tersebut tidak dianjurkan. Apendisitis atau usus buntu dapat terjadi pada semua usia, namun paling sering pada usia 10 sampai 30 tahun.

Radang usus buntu dapat terjadi, baik orang dewasa maupun anak-anak, karena adanya rongga usus buntu yang mengalami infeksi. Dalam kondisi ini, bakteri berkembang biak dengan cepat sehingga membuat usus buntu meradang, bengkak, hingga bernanah. Biasanya, ciri-ciri orang yang mengalami usus buntu seperti nyeri tajam di sekitaran perut dan punggung, nyeri ketika buang air kecil, keram perut atau sembelit dan diare. Satu-satunya yang dapat menyembuhkan usus buntu adalah dengan metode operasi untuk mengangkat usus buntu, yang disebut Apendiktomi.

Jika tidak segera diobati, usus buntu dapat berakibat fatal seperti Abses atau terbentuknya kantong berisi nanah dan infeksi pada lapisan dalam perut yang mengakibatkan usus buntu pecah dan infeksi menyebar hingga ke seluruh rongga perut. Untuk meminimalisir terjadinya usus buntu, alangkah baiknya untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi makanan-makanan berikut ini :

  • Gorengan, karena mengandung zat karsinoksigen, yang memicu kanker dan sel perusak dalam tubuh manusia.
  • Makanan cepat saji, karena mengandung kadar kolesterol tinggi, bahan kimia dan bahan pengawet berbahaya lainnya.
  • Daging unggas bervaksin yang masih dalam masa pertumbuhan atau masih belum cukup umur untuk dikonsumsi.

Sumber: diambil dari beberapa sumber

Photo by Flickr

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: