Peringati Hari Malaria 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Scroll down to content

Tanggal 25 April ditetapkan sebagai Hari Malaria Sedunia, yang dimulai pertama kali semenjak tahun 2008 oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan telah diakui secara internasional. Malaria ada penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk Anopheles yang mengandung Plasmodium dalam liur nyamuk. Ketika digigit, air liur nyamuk menyuntikkan antikoagulan ke manusia untuk mencegah darah membeku, terinfeksi dan kemudian membuat manusia menderita penyakit malaria.

Penyakit malaria menjadi salah satu penyebab kematian di dunia, salah satunya di benua Afrika. Afrika memiliki sistem kesehatan yang rendah, dan banyak orang Afrika yang kehilangan nyawa akibat terkena Malaria. Karena hal itu, pada tahun 2001 di Afrika diadakan Hari Malaria untuk meningkatkan pemahaman rakyat mengenai bahayanya Malaria. Tidak hanya di Afrika, malaria sendiri tersebar di negara-negara lainnya dan selalu mengakibatkan kematian setiap tahunnya.

Tahun 2020 ini merupakan tantangan sendiri bagi dunia terutama Afrika, karena tahun ini tidak hanya berhadapan dengan malaria melainkan virus pandemi Covid-19 yang juga mengancam nyawa. Dengan adanya pandemi ini, tentu saja sistem kesehatan di Afrika sangat terganggu. Pasalnya, gejala malaria dan gejala Covid-19 sangat memiliki kemiripan yakni, panas yang tinggi. Namun, untuk mengatasi kematian akibat malaria ini, Afrika sudah mengeluarkan vaksin, yang menurut WHO sudah efektif.

 Pada Hari Malaria Sedunia di tahun 2020 ini,  WHO turut serta mempromosikan kampanye “Zero Malaria Starts with Me” atau “Nol Malaria Dimulai dengan Saya”. Dilansir dari laman Tirto.id, Kampanye ini merupakan kampanye yang bertujuan menjaga agar malaria tetap menjadi prioritas tinggi dalam agenda politik, memobilisasi sumber daya tambahan, dan memberdayakan masyarakat untuk mengambil peran dalam pencegahan dan perawatan malaria. Kampanye “Nol malaria”, pertama kali muncul di Senegal pada 2014, dan secara resmi disahkan pada KTT Uni Afrika oleh semua Kepala Negara Afrika pada Juli 2018.

Kampanye ini melibatkan semua anggota masyarakat, para pemimpin politik yang mengendalikan keputusan dan anggaran kebijakan pemerintah, perusahaan sektor swasta yang akan mendapat manfaat dari tenaga kerja bebas malaria, dan masyarakat yang terkena dampak malaria, yang keterlibatan dan perannya sangat penting untuk keberhasilan kampanye itu. Gejala pada malaria biasanya diawal dengan demam menggigil, kemudian demam berkeringat, diikuti dengan nyeri otot, mual, dan muntah.

Malaria dapat dicegah dengan menggunakan obat-obatan dan tindakan pencegahan seperti penyemprotan insektisida dalam ruangan. Nyamuk Anopheles dapat mengigit dan menembus baju tipis, untuk itu hindari pemakaian baju tipis, agar tidak digigit oleh nyamuk penyebab malaria tersebut.

Sumber: diolah dari beberapa sumber

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: