Suka Sakit Kepala? Hati-Hati Gejala Kanker Otak

Scroll down to content

Kanker otak merupakan kondisi adanya pertumbuhan tumor ganas di otak. Penyakit ini dibagi menjadi dua tipe, yaitu kanker otak primer dan kanker otak sekunder. Pada kanker otak primer, penyebabnya datang dari otak, sedangkan pada kanker otak sekunder, penyebabnya muncul dari bagian tubuh lain, misalnya dari kanker payudara, paru-paru, ginjal, atau usus besar dan menyebar sampai ke otak. Kanker otak awal mulanya dimulai dari penyangga neuron yaitu sel tumor Glial, yang juga tumor astrocytes, tumor glia primer, oligodendrocytes glioma, meningioma ventricular, dan medulloblastoma. Terdapat 4 stadium pada kanker otak, dimana pada setiap stadium menunjukkan perkembangan sel kanker yang berbeda, seperti :

  • Stadium 1, sel tumor masih tampak normal dan pertumbuhannya lambat.
  • Stadium 2, sel tumor masih lambat, namun mulai tampak tidak normal dan bila diangkat cenderung tumbuh kembali.
  • Stadium 3, sel tumor tidak lagi menyerupai sel normal dan perkembangannya aktif. 
  • Stadium 4, sel tumor sudah sangat berbeda dengan sel normal dan tumbuh secara cepat.

Faktor utama yang digunakan untuk menilai tumor otak meliputi:

  • Ukuran dan lokasi tumor atau kanker di otak
  • Jenis  atau jaringan atau sel  apa yang memengaruhi otak
  • Resectability (kemungkinan dari seberapa besar tumor dapat dihilangkan lewat operasi kanker)
  • Seberapa menyebar nya sel kanker di otak atau sumsum tulang belakang
  • Kemungkinan kanker telah menyebar ke bagian luar otak atau tidak

Penyebabnya, orang yang bekerja atau berada lama di lingkungan seperti di kilang atau pengeboran minyak, penangan bahan bakar, bahan kimia, ahli kimia, pembalsem, atau pekerja industri karet, berisiko  lebih tinggi terkena kanker otak daripada masyarakat yang bekerja di lingkungan selain tersebut. Selain itu, risiko keturunan seperti anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker di otak juga dapat mempengaruhi. Sakit kepala berkepanjangan adalah gejala umum kanker otak karena tumor tumbuh menekan tengkorak, diikuiti dengan gejala lainnya, berupa:

  • Sakit kepala, terutama di pagi hari setelah bangun tidur atau sakit kepala ketika bersin
  • Lemahnya otot di salah satu sisi tubuh
  • Parestesi, tubuh seperti merasa seperti ditusuk jarum dan kesemuran
  • Sulit untuk menyeimbangkan tubuh
  • Kesulitan berjalan, lengan dan kaki kadang juga menjadi lemah
  • Kejang
  • Mual dan muntah terutama di pagi hari dengan yang bisa disebabkan oleh vertigo
  • Kelainan dalam penglihatan, misalnya, penglihatan kabur
  • Kesulitan berbicara atau sulit paham dengan apa yang lawan bicaranya katakan.

Tindakan berikut dapat digunakan untuk menangani kanker otak adalah :

  • Operasi pengangkatan tumor, dengan mencoba mengangkat semua sel tumor dengan memotong tumor, dan meninggalkan jaringan otak normal. Pembedahan ini melibatkan pembukaan tengkorak (kraniotomi), yang sering disebut operasi invasif.
  • Terapi radiasi, dengan menggunakan gelombang energi tinggi seperti, sinar x, gama, proton, dan elektron untuk membunuh sel kanker.
  • Kemoterapi, dengan menghancurkan sel-sel tumor di dalam tubuh menggunakan bahan kimia (obat-obatan) tertentu. Obat kemoterapi akan mematikan sel-sel yang tumbuh dan membelah dengan kecepatan yang abnormal, termasuk sel kanker.

Tentunya tindakan tersebut, juga akan mempertimbangkan usia pasien serta gejala-gejala kanker di otak, serta melihat fungsi-fungsi dasar, seperti ucapan, pendengaran atau gerakan terganggu atau berubah akibat sel kanker pada otak.

Sumber: diadopsi dari sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: