Hipopituitarisme, Penyakit Yang Membutuhkan Obat Seumur Hidup

Scroll down to content

Hipopituitarisme adalah penyakit yang terjadi ketika kelenjar pituitari hanya melepaskan sedikit hormon, bahkan tidak sama sekali. Hal ini dapat menyebabkan sejumlah penyakit. Kelenjar pituitari berbentuk menyerupai kacang, terletak di dasar otak, di belakang hidung dan di antara telinga. Kelenjar ini berukuran kecil, dan mengeluarkan hormon yang mempengaruhi hampir setiap bagian tubuh.

Pada hipopituitarisme, penderita memiliki sedikit suplai dari hormon pituitari. Kekurangan ini dapat berefek terhadap sejumlah fungsi rutin tubuh, seperti pertumbuhan, tekanan darah, dan reproduksi. Penderita hipopituitarisme akan membutuhkan obat seumur hidupnya. Tanda dan gejala dari hipopituitari bervariasi, tergantung dari rendahnya hormon pituitari. Gejalanya termasuk:

  • Kelelahan 
  • Penurunan berat badan 
  • Berkurangnya dorongan seksual 
  • Peningkatan sensitivitas pada udara dingin, dan tubuh kesulitan untuk tetap hangat 
  • Kekurangan nafsu makan
  • Pembengkakan pada wajah 
  • Anemia 
  • Kesulitan mempunyai anak
  • Hot flushes, periode menstruasi yang tidak teratur, kehilangan rambut kemaluan dan ketidakmampuan memproduksi air susu pada wanita menyusui 
  • Pengurangan rambut pada wajah dan tubuh laki-laki
  • Perawakan pendek pada anak-anak

Hipopituitarisme seringkali terjadi karena adanya tumor kelenjar pituitari. Bertambahnya ukuran tumor pituitari dapat menekan dan merusak jaringan pituitari, sehingga mengganggu produksi hormon. Tumor juga dapat menekan saraf optik dan menyebabkan gangguan pandangan. Hipopituitari juga dapat terjadi karena penyakit maupun kondisi lain yang merusak pituitari seperti:

  • Cedera kepala 
  • Tumor otak dan pituitari 
  • Pascaoperasi otak 
  • Terapi radiasi 
  • Peradangan autoimun 
  • Stroke
  • Infeksi otak seperti meningitis 
  • Tuberkulosis 
  • Sarkoidosis, yang merupakan sakit peradangan pada berbagai organ
  • Kehilangan banyak darah saat melahirkan
  • Mutasi genetik yang mengganggu produksi hormon pituitari 

Pada dasarnya, hipopituitarisme tidak bisa dicegah. Pengobatan hipopituarisme sering kali merupakan pengobatan seumur hidup. Namun dengan konsumsi obat sesuai anjuran dokter, gejala-gejala dapat dikendalikan dengan baik dan pasien dapat hidup secara normal. Berikut adalah beberapa jenis penyakit berikut diduga dapat muncul pada penderita hipopituitarisme:

  • Gangguan penglihatan
  • Penyakit infeksi
  • Penyakit jantung
  • Koma miksedema

 Di bawah ini adalah beberapa gejala spesifik yang muncul berdasarkan hormon yang terganggu:

  • Kekurangan ACTH, mudah lelah, mual dan muntah, berat badan menurun, dan depresi.
  • Kekurangan ADH, sering merasa haus dan frekuensi buang air kecil menjadi bertambah.
  • Kekurangan hormon oksitosin, depresi dan kurangnya produksi ASI pada wanita.
  • Kekurangan hormon TSHl, susah buang air besar (konstipasi), tidak tahan terhadap suhu dingin, berat badan bertambah, nyeri otot, dan otot melemah.
  • Kekurangan hormon prolaktin, produksi ASI sedikit, mudah lelah, serta rambut ketiak dan rambut kemaluan tidak tumbuh. Pada pria, kekurangan hormon ini tidak menimbulkan gejala apapun.
  • Kekurangan hormon FSH dan LH, pada wanita menyebabkan haid tidak teratur, serta kemandulan. Sedangkan pada pria, hilangnya rambut di wajah atau di bagian tubuh lain, gairah seksual menurun, disfungsi ereksi, dan kemandulan.
  • Kekurangan hormon pertumbuhan, kekurangan GH atau hormon pertumbuhan. Jika terjadi pada anak-anak, gejala yang ditimbulkan antara lain tubuh sulit bertambah tinggi, penumpukan lemak di sekitar pinggang dan wajah, dan pertumbuhan terganggu.

Sumber: diadopsi dari beberapa sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: