LifeStraw, Water Filter Higienis Pertama di Dunia

Scroll down to content

Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi makhluk hidup. Baik manusia, hewan, tumbuhan, semuanya membutuhkan air untuk kelangsungan hidup. Khususnya sebagai masyarakat dunia, pastinya kita semua membutuhkan air bersih untuk dikonsumsi dan kebutuhan sehari-hari. Terbukti seperti yang kita ketahui, bahwa tubuh manusia 80 persen adalah air.

Seluruh lapisan masyarakat menyadari mengenai pentingnya air bersih. Mensejahterakan ketersediaan air bersih merupakan tabungan kita bersama untuk masa depan. Tentunya, air bersih sangat penting untuk kelangsungan hidup kita semua. Namun, masih banyak warga kita yang masih merasa kesulitan mencari air bersih. Tidak hanya terjadi di Indonesia, langkanya air juga dihadapi oleh beberapa negara lainnya. Oleh karena langkanya air bersih tersebut, Torben Vestergaard Frandsen asal Denmark telah menciptakan sedotan canggih yang berfungsi sebagai filter portabel, sehingga bisa mengubah air keruh menjadi layak minum dan menamakannya “LifeStraw”.

Alat sederhana ini dinilai mampu mengatasi masalah krisis air bersih di mana pun. Torben Vestergaard Frandsen memenangi banyak penghargaan internasional untuk penemuannya tersebut. Cara menggunakannya pun cukup mudah, hanya dengan memasukkan LifeStraw ke dalam sumber air kotor termasuk sungai, lalu sedot. Tenang saja, air yang masuk mulut kita sudah berupa air bersih dan higienis.

Alat ini bekerja tanpa tenaga listrik, baterai, maupun bahan kima, tetapi murni bekerja secara mekanik, bahkan sama sekali tidak memerlukan suku cadang. LifeStraw ini diklaim dapat membunuh semua bakteri berbahaya yang terkandung dalam air kotor, sehingga membuatnya aman untuk dikonsumsi. Selain itu, perusahan pembuat LifeStraw mengkaliam sedotan canggih ini bisa membunuh 99,99% bakteri yang ditularkan melalui air. Diantaranya seperti E-coli, Campylobacter, Vibrio cholera, pseudomonas, aeruginosa, shigella dan salmonella.

Situs LifeStraw menyebutkan, bahwa serat-serat dalam penyaringan ini memiliki waktu kerja efektif sekitar 1.000 liter air. Artinya, jika hanya digunakan satu orang, maka bisa bertahan selama 1 tahun lebih, setelah itu perlu diganti yang baru. Temuan ini tentu bisa mengatasi krisis air bersih yang dialami seperenam penduduk dunia saat ini. LifeStraw sudah dijual di Indonesia dengan harga berkisar ratusan ribu rupiah. Nah, gimana menurut pendapat teman-teman? Ada yang berani mencobanya?

sumber: diambil dari beberapa sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: