Tangan Tremor, Gejala Awal Parkinson

Scroll down to content

Penyakit Parkinson merupakan kelainan saraf progresif yang terus memburuk selama periode bertahun-tahun yang mengakibatkan kehilangan kontrol pergerakan otot. Parkinson terjadi ketika sel-sel saraf di otak ada yang mati dan tidak menghasilkan cukup bahan kimia otak yang disebut dopamin. Setiap orang mungkin memiliki tanda dan gejala yang berbeda satu sama lain. Pada tahap awal, gejala bisa saja samar-samar dan tidak terlalu jelas. Gejala parkinson biasanya muncul dari salah satu sisi tubuh dan kemudian mempengaruhi seluruh tubuh. Gejala awal dari penyakit Parkinson adalah:

·         Tangan atau jari-jari agak bergetar misalnya saat memegang sendok untuk makan. Getaran terjadi pada salah satu atau kedua tangan, terutama saat sedang beristirahat.

·         Otot-otot kaku dari beberapa bagian tubuh, dan terasa sakit ketika digerakkan. Selain itu, postur dan keseimbangan tubuh juga terganggu

·         Menurunnya kemampuan untuk melakukan gerakan bawah sadar, termasuk mengedipkan mata, tersenyum atau sekedar mengayunkan lengan.

·         Perubahan berbicara, seperti suara yang keluar menjadi lebih lembut, cepat, atau ragu sebelum berbicara, serta cara berbicara yang lebih monoton daripada biasanya. 

Pada tahap serius, gejala Parkinson adalah:

  • Muncul dermatitis seboroik, yaitu sisik berwarna putih atau kuning pada kulit berminyak
  • Peningkatan risiko melanoma, jenis kanker kulit yang serius
  • Gangguan tidur, termasuk vivid dreams, berbicara dan bergerak dalam tidur
  • Depresi
  • Gangguan kecemasan
  • Halusinasi
  • Psikosis
  • Masalah dengan perhatian dan memori. 

Beberapa sel saraf (neuron) dalam otak perlahan mati. Kekurangan neuron yang memproduksi zat kimia bernama dopamin dapat menyebabkan efek kelainan pada otak yang mempengaruhi motorik, mengakibatkan penyakit Parkinson. Faktor Risiko Penyakit Parkinson, meliputi :

  • Usia 60 tahun atau lebih akan lebih berisiko terserang penyakit ini.
  • Memiliki penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis.
  •  Memiliki kerabat dekat dengan penyakit Parkinson akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini.
  • Pria lebih sering mengidap penyakit Parkinson daripada wanita.

Beberapa hal di bawah ini disebut dapat mencegah kondisi tersebut: 

·         Kafein, Konsumsi kafein dalam kopi atau teh dapat menurunkan risiko terkena penyakit Parkinson. 

·         Asam urat yang Bahan kimia ini muncul secara alami di dalam darah. Kadar tinggi, terkait dengan diet ketat makanan tertentu, seperti daging, dapat menyebabkan asam urat dan batu ginjal. 

·         Merokok, dapat menurunkan risiko penyakit tersebut, karena adanya faktor protektif pada nikotin. 

·         Vitamin D, Orang dengan kadar vitamin D tinggi memiliki risiko lebih rendah untuk terkena penyakit tersebut.

·         Olahraga, dengan meningkatkan aktivitas fisik sejak dini telah dikaitkan dengan risiko terkena Parkinson lebih rendah di kemudian hari. 

Meski penderita Parkinson tidak bisa disembuhkan, kita dapat mendampingi orang-orang terkasih dengan penyakit tersebut, atau dengan rajin latihan aerobik teratur dapat mengurangi risiko penyakit Parkinson. Selain kafein, ternyata konsumsi teh hijau juga disinyalir mampu menurunkan risiko penyakit Parkinson.

sumber: hellosehat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: