Apakah Pasanganmu Seorang Obsessive Compulsive Disorder? Kenali Ciri-Cirinya

Scroll down to content

OCD atau Obsessive Compulsive Disorder, merupakan gangguan yang membuat seseorang terjebak dalam suatu siklus pikiran dan perilaku yang berulang dan tak berujung. Kelainan ini mengganggu pikiran penderitanya dengan menghasilkan rasa gelisah, cemas, khawatir, takut, dan menuntut melakukan hal yang sama berulang kali. Perilaku ini akan terus dilakukan penderitanya hingga keinginan dari pikiran mereka terpenuhi. Pikiran dan tindakan tersebut berada di luar kendali pengidap. 

Adanya pemikiran yang mengganggu pikirannya sehingga harus dilakukan, ketika sudah dilakukan akan terasa lega. Akan tetapi, rasa lega tersebut hanya muncul sesaat. Setelah itu, gangguan pikiran dan rasa cemas akan kembali muncul dan mendorong penderita untuk mengerjakan kembali aktivitas yang telah dilakukannya. Di bawah ini merupakan gejala dan tipe yang bisa ditemukan pada penderita OCD :

·         Washers

Mereka yang sering merasa kurang atau bahkan tidak pernah merasa bersih ketika mencuci tangan sehingga Anda akan melakukannya berulang kali. Gejala  ini menjelaskan saat seseorang selalu takut akan terkontaminasi bakteri, kuman, atau kotoran yang berpindah ke tubuh mereka. Penderita umumnya akan mencuci tangan atau bagian tubuhnya yang dirasa kotor secara berulang kali. Penderita OCD tidak segan untuk membersihkan rumah, tubuh, dan apapun yang mereka takuti kotor, demi memenuhi kenginan kompulsifnya agar terhidar dari kuman atau kotoran yang dihindari. Gejala seperti ini akan terus terjadi karena adanya dorongan kuat dalam pikiran penderita.

·         Checkers

Gejala OCD yang satu ini biasanya akan melakukan pengecekan berulang kali kepada hal, benda, atau barang yang berbahaya. Contoh yang paling umum seperti mengecek kunci pintu rumah, mematikan kompor atau lampu dengan melakukan pengecekan berkali-kali. Para penderita  merasa bahaya selalu mengintai, dan jika terjadi sesuatu yang bersifat celaka mereka tak segan menyalahkan dirinya sebagai yang harus disalahkan.

·         Symmetry dan Orderliness

Gejala OCD yang satu ini biasanya mengalami fokus untuk mengatur setiap hal secara berurutan, rapi, simetris dan sejajar. Contohnya, tidak akan suka jika barang yang telah dirapikan disentuh dan diubah posisinya oleh orang lain. Perilaku ini akan selalu menuntut penderitanya untuk menghasilkan pikiran yang sama dan berulang.

·         Hoarding

Gejala OCD yang satu ini biasanya suka atau berkeinginan untuk mengumpulkan barang-barang bekas yang diketemukan. Adanya pemikiran bahwa barang itu penting dan akan berguna nanti depannya.

OCD tidak akan hilang dengan sendirinya. Karena itu, penting untuk mencari penanganan yang tepat. Salah satu cara yang paling efektif adalah mengombinasikan antara pengobatan dan terapi perilaku kognitif. Cara pengobatan misalnya dengan penggunaan antidepresan. Sedangkan terapi perilaku kognitif, bertujuan untuk membimbing penderita OCD dalam menghadapi ketakutannya dan mengurangi kecemasannya tanpa melakukan kegiatan berulang.

Hidup dengan OCD dan menghadapinya memang tidak mudah. Penderita OCD butuh dorongan orang di sekitarnya seperti orang tua, saudara, pasangan.

Photo by Shutterstock

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: