International World Dance Day 2020

Scroll down to content

Setiap tanggal 29 April diperingati sebagai Hari Tari Internasional atau International Dance Day.  Hari Peringatan ini pertama kali dicetuskan oleh Institute Teater International, yaitu mitra utama UNESCO di bidang seni dan pertunjukkan pada tahun 1982. Tanggal 29 dipilih karena bertepatan dengan tanggal lahir Jean Georges Noverre, pencipta tarian balet modern. Peringatan Hari Tari Internasional ini bertujuan untuk merayakan kebahagiaan secara universal dalam bentuk tarian atau seni tari.

Dilansir dari Wikipedia, tarian ini dapat melintrasi budaya dan etnis serta menyatukan seluruh orang di dunia dalam satu bahasa, yakni tari. Selain itu, ITI juga menyatakan tujuan Hari Tari Internasional ini agar disadari oleh setiap orang sehingga nilai dan pentingnya sebuah tarian dapat dihargai. Seni tari juga merupakan suatu alat untuk menumbuhkan pertumbuhan ekonomi. Setiap tahun peringatan ini selalu diperingati oleh negara-negara lainnya, tetapi tidak pada tahun 2020 ini.

Mengingat situasi dunia sedang dilanda oleh pandemi sehingga tidak memungkinkan acara ini diadakan. Biasanya, setiap negara pasti memiliki perayaan tari masing-masing, karena setiap negara tentunya mempunyai ciri khas tersendiri. Tahun ini, beberapa negara merayakannya dengan menggunakan sistem daring atau online. Salah satu negara yang merayakan dengan sistem daring, adalah India. Memang, india diketahui sebagai salah satu negara yang paling suka menari.  

Dilansir dari Detik News, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Solo juga memperingati Hari Tari Internasional ini  secara tidak biasa dengan mengubah total konsep acara menjadi daring. Biasanya, setiap 29 April, ISI Solo selalu menyuguhkan acara tarian selama 24 Jam non-stop, dan  serangkaian acara pendukung. Ketua Umum HTD 2020 ISI Surakarta, Eko Supriyanto, mengatakan karena adanya Pandemi Covid-19, seluruh kegiatan HTD harus dibatalkan. Alih-alih ditiadakan sama sekali, ISI malah menggantinya dengan konsep minimalis dan dilakukan secara daring.

ISI bersama sejumlah seniman mencoba menginisiasi acara minimalis, tentunya dengan persetujuan dari Kemendikbud. Acara tersebut hanya berlangsung dalam bentuk seminar daring melalui aplikasi konferensi video dan disiarkan melalui akun YouTube “Hari Tari Dunia Isi Surakarta”. Bertemakan “Dialektika 24 Jam Menari, Biosphere Vs Cybersphere”. Dimana acara ini akan menjadi refleksi perjalanan HTD ISI Surakarta, Solo sejak pertama kali, serta akan diputarkan pula karya-karya tari dari sejumlah seniman.

Photo by Pinterest

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: