Tidur Di Dalam Mobil Dengan AC Menyala Dapat Mengakibatkan Kematian

Scroll down to content

AC (Air Conditioner) merupakan salah satu benda dengan fungsi yang cukup penting pada kendaraan roda empat atau lebih. AC pada kendaraan berfungsi sebagai mengontrol temperatur, mengontrol kelembapan, mengontrol sirkulasi udara dan menyejukkan udara sehingga membuat nyaman ketika berada di dalam. Namun, ada satu hal yang ternyata belum banyak diketahui yakni menyalakan AC dalam keadaan kendaraan menyala. Kebiasaan ini masih sering dilakukan masyarakat Indonesia. Kebiasaan ini bisa kita jumpai biasanya di area-area peristirahatan. Menyalakan AC dalam keadaan kendaraan menyala dapat mengakibatkan kematian. Mengapa hal tersebut sangat berbahaya?

Pastinya, seluruh kendaraan memerlukan AC untuk pengejuk kabin. Karena memberikan efek sejuk inilah, AC juga biasa dinyalakan untuk tidur di dalam kendaraan selagi mesin menyala.  Kenyataannya, seseorang yang tidur di mobil dengan keadaan AC menyala dapat meninggal akibat lemas. Dibutuhkan kurang lebih 60 menit untuk seseorang mati lemas bila kadar oksigen di dalam kabin menurun, yang disebabkan oleh meningkatnya akumulasi karbon monoksida di dalam kabin. Hal ini terjadi akibat fitur mekanis mobil tak sejajar, sehingga memungkinkan adanya kebocoran knalpot mobil ke kabin kendaraan, melalui celah-celah sempit.

Hal inilah yang menjadi penyebab seseorang bisa menjadi lemas hingga kehilangan nyawa. Gas monoksida termasuk kedalam gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau. Kadar Gas monoksida meningkat sedikit demi sedikit, menurunkan kadar oksigen dalam darah, dan menyebabkan tubuh kehilangan cairan. Lalu, bagaimana jika jendela kendaraan dibuka sedikit, apakah bisa terhindar dari resiko ini? Jawabannya adalah tidak disarankan.

Tidur di dalam kendaraan dengan kondisi AC menyala, lebih aman saat kendaraan sedang berjalan. Gas pembuangan dari kendaraan tidak akan masuk ke dalam kabin ketika kendaraan berjalan. Angin dari kendaraan yang melaju ke depan, akan terdorong dan terbuang ke belakang, sehingga gas pembuangan tidak akan masuk ke dalam kabin. Sebagai penumpang, lebih aman karena bisa tidur selagi dalam perjalanan.

Tapi, sebagai pengemudi kendaraan, jika ingin tidur lebih baik mencari tempat peristirahatan. Jika ingin tetap tidur dalam mobil, jangan menyalakan AC. Gas beracun Karbon Monoksida merupakan salah satu silent killer yang membunuh perlahan, tanpa disadari.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: