Penelitian Sebut Infeksi Virus Corona Bisa Menyebabkan Penggumpalan Darah

Scroll down to content

Virus corona ternyata bisa menyebabkan berbagai efek pada tubuh. Kebanyakan orang mengasosiasikan infeksi corona dengan gejala pernapasan, demam, batuk, kelelahan.

Namun ada juga pasien yang mengalami gejala neurologis seperti sakit kepala dan pusing, masalah jantung, komplikasi ginjal. Yang terbaru infeksi virus corona bisa menyebabkan pembekuan darah atau penggumpalan darah pada pasien.

Penggumpalan darah memiliki bentuk yang berbeda pada pasien. Dalam kasus yang lebih ringan, gumpalan – yang tampaknya tersebar di seluruh tubuh – telah dikaitkan dengan ruam atau bengkak, jari kaki merah (baru-baru ini dianggap “jari kaki COVID”).

Pada kasus yang lebih parah, gumpalan dapat menyumbat arteri dan menyebabkan emboli paru atau memicu serangan jantung atau stroke.

“Kami telah melihat gumpalan besar di kaki dan gumpalan besar di pembuluh besar paru-paru juga [dengan COVID-19], tetapi sepertinya dengan pasien COVID-19, Anda memiliki efek mikro-trombotik [pembekuan kecil] tambahan ini terjadi, ” ungkap Matthew Heinz, seorang ahli rumah sakit dan ahli penyakit dalam di Tucson Medical Center, kepada Huffington Post via CNN Indonesia.

Satu studi menemukan bahwa hampir sepertiga dari pasien COVID-19 dalam perawatan intensif mengalami pembekuan. Salah satu temuan aneh tentang pembekuan yang diamati pada pasien coronavirus adalah seberapa kecil dan luasnya pembekuan tersebut.

Heinz mengatakan ada kemungkinan bahwa gumpalan darah ini bisa menjadi indikasi penyakit yang jauh lebih parah sedang terjadi. Hanya karena gumpalan cenderung lebih kecil dan terdistribusi merata tidak berati kalau gumpalan itu tak mengancam jiwa.

“Mereka dapat menunjukkan bahwa kaskade pembekuan – gangguan pembekuan itu – kini telah dimulai, dan mereka dapat mulai terbentuk di mana-mana, dan Anda bisa berakhir dengan pembekuan kecil yang terbentuk di arteri koroner – yang akan memberi Anda serangan jantung. Dan di arteri kecil otak, itu bisa memberi Anda stroke fokus, “kata Heinz.

Dia menambahkan bahwa ini mungkin jadi alasan mengapa ada pasien virus corona berusia 30-an dan 40-an – yang tidak memiliki faktor risiko lain – mengalami stroke.

Meskipun data terbatas, satu teori utama di belakang gumpalan darah adalah bahwa penggumpalan darah ini dipicu oleh gelombang peradangan pemicu COVID-19.

Anda mungkin pernah mendengar tentang “badai sitokin” yang dialami beberapa orang dengan COVID-19. Ini terjadi ketika sistem kekebalan bereaksi berlebihan, dan bukannya melawan virus, sel-sel mulai bunuh diri.

“Ini adalah respon inflamasi sistemik yang mendalam di seluruh tubuh karena infeksi virus,” kata Heinz. “Dalam kondisi yang sangat terinfeksi dan meradang, Anda bisa menjadi hiperkoagulabel, atau lebih mungkin membentuk gumpalan di mana-mana.”

Penjelasan lain yang mungkin untuk gumpalan adalah bahwa virus corona secara langsung melukai pembuluh darah. Jika ini masalahnya, itu berarti corona menginfeksi sel-sel di pembuluh darah kita. Tubuh kemudian memandang infeksi itu sebagai cedera dan menyebabkan darah menggumpal di sekitarnya.

Hyung Chun, seorang ahli jantung Yale Medicine, mengatakan virus corona lain yang diketahui menyebabkan penyakit pernafasan yang parah (seperti MERS dan SARS) juga terkait dengan pembekuan darah.

Sumber : CNN Indonesia
Foto : Aceh Online

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: