Apakah Kamu Termasuk Dalam Kategori Seseorang Demgan Superhero syndrome?

Scroll down to content

Superhero syndrome merupakan istilah bagi seseorang yang selalu ingin menjadi “superhero” atau penyelamat. Orang dengan Superhero syndrome selalu merasa orang lain selalu butuh pertolongan dan dirinya merupakan pahlawan yang siap membantu dan diperlukan oleh orang tersebut. Apakah Superhero syndrome  ini termasuk sindrom yang baik? Jawabannya adalah tidak. Seseorang dengan karakter Superhero syndrome  akan merasa terbebani ketika berusaha menolong orang. Padahal sesungguhnya, orang yang ditolong juga tidak terlalu membutuhkan pertolongan. Apakah pernah merasa dirimu demikian? Mungkinkah kamu adalah seorang Superhero syndrome? Ketahui gejala dari Superhero syndrome  sebagai berikut :

  • Tidak dapat mengatakan “tidak” ke orang lain.

Seseorang yang punya sindrom superhero, akan sangat susah berkata tidak, dan tidak dapat menolak permintaan dari orang lain. Apapun yang terjadi, mereka akan selalu berkata ‘ya’, meskipun tidak merasa mampu. Tentu saja, ini sama saja dengan membohongi diri sendiri, setuju?

  • Merasa harus melakukan semuanya sendirian.

Seorang Superhero syndrome akan selalu merasa dirinya yang paling mampu. Oleh karena itu, ketika bekerja dalam tim, mereka sukar untuk mempercayai timnya sendiri, dan cenderung sebagai “boss” karena memegang kuasa dalam tim. Biasanya, mereka tidak akan berbagi pekerjaan, dan mengerjakan semuanya sendirian.

  • Merasa tidak cukup baik di mata orang lain.

Tidak akan merasa pernah cukup baik di mata orang lain, meskipun sudah melakukan banyak hal untuk orang-orang dan merasa terbebani. Seorang dengan karakter Superhero syndrome merasa harus selalu dan terus melakukan lebih, harus selalu membantu, harus selalu membuat orang lain bahagia. Lama kelamaan, energi kamu akan habis karena berusaha menjadi baik di mata orang lain!

  • Senang mendapat pujian

Karakter “pahlawan” dalam diri seorang Superhero syndrome dan keberhasilannya yang selalu dapat melakukan semuanya serba sendiri, menjadikan ia layak mendapat banyak pujian dan apresiasi dari banyak orang. Pujian dan apresiasi inilah yang menjadi ‘bayaran’ setelah berjuang mati-matian. Oleh karena pujian itu, mereka akan berusaha maksimal agar dapat mendengar pujian tersebut.

  • Ingin menjadi berarti bagi orang lain

Ingin menjadi segalanya untuk semua orang, menjadi orang yang sangat berarti bagi orang lain. Biasanya, mereka akan merasa bangga ketika banyak orang membutuhkan bantuan. Penting untuk diketahui, bahwa tidak selamanya hidupnya diabadikan untuk membuat orang lain bahagia, kamu juga berhak untuk bahagia. Maka dari itu, seseorang dengan karakter tersebut butuh pertolongan agar tidak selalu memikirkan orang lain dan menjadikan orang lain prioritas dalam hidupnya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: