Ketahui Perbedaan Antara BPJS dan Asuransi Kesehatan

Scroll down to content

Semakin sadar pentingnya memelihara kesehatan, membuat sebagian orang berbondong-bondong mengambil layanan yang disediakan oleh pemnerintah, yaitu BPJS. Adanya layanan BPJS, tentunya dengan premi yang murah dan terjangkau, membuat sebagian orang ragu dalam memilih. Apakah sebaiknya mengambil layanan BPJS ataukah asuransi kesehatan swasta?’ tentunya, keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Yang paling penting, baik BPJS ataupun asuransi kesehatan adalah wajib dimiliki oleh setiap orang, karena biaya berobat yang semakin mahal dan mahal setiap tahunnya.

BPJS Kesehatan, merupakan program Jaminan Kesehatan yang disediakan oleh pemerintah. Peserta BPJS adalah setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia, yang telah membayar iuran. Pada dasarnya, semua orang dapat menjadi peserta BPJS, asalkan membayar iuran. BPJS memberikan manfaat, seperti penyuluhan, Imunisasi, Keluarga Berencana dan skrining kesehatan. Tidak hanya itu, manfaat lainnya dalam BPJS adalah pelayanan kuratif dan rehabilitatif, termasuk obat dan bahan medis, rawat Jalan dengan dokter spesialis dan subspesialis, dan Rawat Inap di ruang intensif dan non intensif. Keunggulannya, BPJS memiliki iuran yang tergolong murah, tergantung kelas yang diambil, dan tidak ada perbedaan berdasarkan umur dan jenis kelamin.

Jika dibandingkan dengan premi asuransi kesehatan swasta, iuran BPJS tergolong sangat murah. Premi asuransi kesehatan murni tarifnya maksimal hingga lima ratus ribu rupiah per orang per bulan. Jika dibandingkan dengan asuransi swasta atau unit link, premi per orang bisa mencapai lebih dari dua juta per orang per bulan jika termasuk dengan nilai investasinya.

BPJS tidak membedakan besaran premi berdasarkan umur, jenis kelamin serta status merokok. Inilah yang menjadi perbedaan BPJS dengan asuransi kesehatan. Dalam asuransi kesehatan, semakin tua umur nasabah, premi akan semakin mahal. Tidak hanya itu, perbedaan harga premi antara lelaki dan perempuan serta merokok atau tidaknya juga dapat mempengaruhi.

BPJS dengan keunggulannya yaitu iuran murah dengan manfaat lengkap yang tanpa batasan plafond memang sulit didapatkan pada manfaat asuransi kesehatan swasta, yang preminya lebih mahal, manfaat terbatas hanya rawat inap dan ada batasan plafond. Namun, tantangannya adalah tidak semua rumah sakit bekerjasama, dan jika bekerjasama maka antriannya sangat banyak dan harus siap antri. Asuransi Kesehatan swasta unggul dalam hal kecepatan, kemudahan dan fleksibilitas memilih rumah sakit.  Kekurangannya, manfaat lebih terbatas, serta perbedaan premi berdasarkan umur dan status kelamin.

Meski demikian, layanan BPJS ini dinilai sangat membantu dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Baik BPJS maupun asuransi kesehatan, keduanya memiliki kesamaan untuk menjamin kesehatan para nasabah dan pesertanya. Nah, bagaimana pertimbangannya dalam memilih kedua hal tersebut? Cobalah untuk mempertimbangkan kecepatan dalam prosesnya, fleksibilitasnya dan  kendala keuangan dalam hal membayar premi. Semoga kamu mendapat pencerahan mengenai BPJS dan asuransi kesehatan swasta, yah!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: