Ini Dia 8 Manfaat Eucalyptus untuk Atasi Masalah Kesehatan

Scroll down to content

Penelitian yang dilakukan para ahli baru-baru ini menunjukkan eucalyptus disebut sebagai salah satu bahan penangkal Covid-19 atau virus corona. Kendati hingga kini masih diperlukan uji lanjutan mengenai bahan aktif eucalyptus dalam menghancurkan virus corona, tapi sejak dulu tanaman ini telah terbukti memiliki khasiat sebagai obat.

Dengan mengetahui manfaat eucalyptus bagi kesehatan, Anda bisa mencobanya sebagai pengobatan atau perawatan alternatif untuk mengatasi penyakit dan berbagai masalah kesehatan umum lainnya.

Tanaman eucalyptus atau kayu putih tergolong dalam famili jambu-jambuan atau Myrtaceae, yang berasal dari Australia, Tasmania, dan sekitarnya, melansir Britannica.

Eucalyptus tumbuh dengan cepat, dan banyak spesies mencapai ketinggian yang luar biasa hingga puluhan meter. Kayu eucalyptus banyak digunakan di Australia sebagai pohon peneduh, bahan bakar, pagar, serta fondasi bangunan.

Namun, yang membuat eucalyptus menjadi golongan tanaman paling berharga secara ekonomi adalah khasiatnya dalam dunia medis. Manfaatnya yang serbaguna untuk segala penyakit, membuat eucalyptus tersebar dan dibudidayakan di seluruh dunia.

Kelenjar daun eucalyptus mengandung minyak aromatik yang mudah menguap yang dikenal sebagai minyak kayu putih atau eucalyptol. Kandungan eucalyptol memiliki efek anti-inflamasi dan antivirus, sehingga pengobatan berbasis eucalyptus atau kayu putih dapat digunakan untuk mengatasi masalah pernapasan, menghilangkan lendir, mendisinfeksi luka, dan sebagainya.

Berikut manfaat eucalyptus untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, dilansir dari berbagai sumber, Selasa (12/5).

  1. Meredakan batuk
    Selama bertahun-tahun, minyak eucalyptus telah menjadi salah satu komposisi dalam obat untuk meredakan batuk. Kandungan aktif antibakteri, virus, dan jamur bertindak sebagai ekspektoran untuk mengencerkan lendir.Untuk melegakan tenggorokan dan memecah lendir, Anda bisa menghirup uap yang telah dicampur minyak esensial eucalyptus. Bisa juga menggunakan obat gosok atau salep topikal yang mengandung eucalyptus.
  2. Meringankan asma
    Penelitian awal menunjukkan bahwa eucalyptol dapat memecah lendir pada orang dengan penyakit asma atau sesak napas. Bahkan beberapa orang dengan kondisi asma yang parah dapat menurunkan dosis steroidasinya jika mereka menggunakan terapi eucalyptol. Namun sebelum mencobanya, pastikan Anda berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi dokter, serta berhati-hatilah bagi yang memiliki alergi kayu putih karena justru bisa memperburuk asma.
  3. Meredakan pilek
    Eucalyptus merupakan bahan umum yang terkandung dalam obat pilek, flu, dan batuk yang bisa mengurangi volume lendir dan memperluas bronkus dan bronkiolus paru-paru. Eucalyptol, atau juga dikenal sebagai cineole, dapat mengurangi gejala pilek seperti hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan sakit kepala dengan mengurangi peradangan dan penumpukan lendir.

Ketika merasakan gejala pilek, hiruplah minyak kayu putih melalui hidung atau dioleskan di bagian leher dan dada agar aromanya dapat tercium. Namun, hindari mengonsumsinya langsung karena dosis kecil minyak kayu putih yang tertelan bisa menjadi racun.

  1. Manfaat eucalyptus untuk mencegah gigitan serangga
    Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengonfirmasi bahwa minyak eucalyptus merupakan bahan yang efektif untuk mencegah gigitan nyamuk, dikutip dari Healthline. Di Afrika, eucalyptus menjadi obat tradisional dan pencegahan malaria karena efektif menghalau gigitan nyamuk. Mirip dengan sereh atau serai, eucalyptus juga memiliki aroma yang kuat yang dapat mengganggu indera penciuman nyamuk sehingga mempersulit mereka untuk menemukan ‘sumber makanan’.

Selain nyamuk, minyak eucalyptus juga bisa untuk mengusir serangga lain seperti kutu, hama, dan lalat. Penelitian menunjukkan bahwa mengoleskan minyak eucalyptus pada kulit efektif menangkal nyamuk dan serangga lainnya hingga delapan jam setelah pengaplikasian. Semakin tinggi kandungan kayu putihnya, semakin lama dan efektif kerja eucalyptus dalam menolak gigitan serangga.

  1. Mengobati luka
    Kandungan antibakteri dalam daun eucalyptus bermanfaat untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan pada luka. Krim atau salep yang mengandung eucalyptus dapat digunakan untuk mengobati lecet, sayatan, maupun luka bakar ringan.
  2. Mengontrol gula darah
    Dalam pengobatan tradisional, daun eucalyptus digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus karena tinggi kandungan antioksidan dan anti-inflamasinya. Menurut penelitian, ekstrak daun eucalyptus dapat menurunkan gula darah. Namun jangan dikonsumsi bersamaan dengan obat diabetes karena dapat menyebabkan gula darah drop.
  3. Menjaga kesehatan gigi dan menyegarkan napas
    Mint bukan satu-satunya ‘senjata’ untuk mengatasi bau mulut. Eucalyptus juga dapat digunakan untuk melawan kuman penyebab bau mulut karena kandungan antibakterinya. Mengunyah permen karet atau menggunakan obat kumur dan pasta gigi yang mengandung ekstrak eucalyptus dapat mengurangi bau mulut secara signifikan. Selain itu, menurut penelitian dalam Journal of Periodontology, produk perawatan gigi dan mulut berbasis eucalyptus dapat mencegah kerusakan gigi dan meningkatkan kesehatan periodontal, dengan menumpas bakteri dan menghilangkan penumpukan plak.
  4. Meringankan sakit kepala
    Masyarakat Indonesia sering menghirup dan mengoles minyak kayu putih untuk meringankan gejala pusing dan sakit kepala. Ternyata metode pengobatan rumahan ini tidak sepenuhnya salah, sebab menghirup minyak kayu putih dapat mengurangi rasa sakit. Senyawa anti-inflamasi dalam eucalyptus, seperti cineole dan limonene, dapat bertindak sebagai penghilang rasa sakit, merujuk National Library of Medicine.

Selain itu, eucalyptus juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk membersihkan sinus dan mengurangi peradangan. Orang yang mengalami sakit kepala karena sinusitis dapat berkurang rasa sakitnya dengan menghirup minyak kayu putih. Sakit kepala akibat tegang juga bisa menghirup aromanya agar lebih rileks dan meredakan stres. Bahkan campuran eucalyptus dan peppermint yang dioleskan ke dahi dan pelipis dapat meredakan sakit kepala lebih efektif ketimbang acetaminophen dan aspirin.

Sumber : CNN Indonesia
Foto : Turnervisual/iStock.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: