Desa Dimona, Desa Vegan di Dunia

Scroll down to content

Siapa yang tidak menyukai gula? Tentunya gula menjadi favorit semua orang. Siapa yang tidak menyukai daging?  Tentunya juga, daging sudah menjadi makanan pokok selain nasi. Siapa yang tidak menyukai permen? Tentunya ini adalah cemilan favorit untuk anak kecil dan dewasa. Siapa yang merasa bersalah ketika mengkonsumsi makanan tersebut? Tentunya tidak akan, karena itu hanyalah sebatas makanan. Sekilas, ini pendapat mengenai orang-orang yang ada disekitar kita, tetapi tidak dengan salah satu Desa di Yerusalem, yakni Desa Dimona.

Penduduk Desa Dimona merupakan keturunan Yahudi Afrika Warga Israel Dari Yerusalem. Dimana ada sekitar 4000 penduduk yang tinggal di tengah gurun Israel. Desa ini sangat unik, karena mereka sangat berhati-hati terhadap apa yang mereka makan, apa yang masuk ke tubuh mereka. Keunikan dari Desa Dimona adalah karena penduduknya :

  • Tidak mengkonsumsi daging
  • Tidak minum dan mengkonsumsi susu dan telur
  • Tidak makan garam selama 3 hari dalam sepekan
  • Tidak mengkonsumsi gula
  • Tidak mengkonsumsi alkohol
  • Tidak merokok
  • Wajib melakukan olahraga selama tiga kali dalam sepekan
  • Wajib melakukan pijit setiap bulan

Lalu apa yang mereka konsumsi? Mereka hanya mengkonsumsi makanan yang hanya terbuat dari nabati atau tumbuhan. Hal ini mereka lakukan lantaran kesadaran akan hidup yang sehat. Dengan memiliki tubuh yang sehat, tidak terkena penyakit, sehingga mereka berpotensi memiliki hidup yang lebih panjang. Mereka hanya makan, makanan yang bergizi untuk tubuh mereka, demi kebaikan tubuh mereka. Mereka membuat makanan pengganti, seperti menggunakan keripik beras untuk mengganti daging hamburger, dan mengganti segala susu dan turunannya dari hewani dengan susu kedelai. Desa ini dikenal dengan desa vegan. Desa ini merupakan salah satu desa tersehat di Israel.

Desa ini merupakan desa dengan kasus paling obesitas dan serangan jantung paling sedikit di dunia. Bahkan orang tua atau lanjut usia yang hidup di desa ini sangatlah bugar dan sehat, dan tentu saja terlihat awet muda. Kebanyakan dari lansia tersebut sudah berusia diatas 99 tahun! Desa ini percaya bahwa dengan melakukan diet vegan ini, mereka akan memiliki masa hidup yang lebih lama dan panjang. Desa ini memiliki komunitas yang memiliki kepercayaan bahwa tubuh yang dititipkan oleh Tuhan adalah tubuh yang suci. Tubuh yang harus mereka rawat, jaga, dan mereka melakukan hal tersebut untuk menjaga tubuh mereka.  

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: