Ketahui Jenis-Jenis Susu Yang Beredar di Pasaran

Scroll down to content

Susu merupakan cairan berwarna putih. Susu merupakan minuman favorit kebanyakan orang, karna selain mengandung zat gizi yang tinggi. Susu berasal dari kelenjar susu mamalia yang dihasilkan oleh beberapa hewan yaitu seperti sapi, kambing, kerbau, domba, unta, kuda, dan lainnya. Namun pada umumnya masyarakat biasa mengkonsumsi susu dari sapi dan kambing yang biasa di sebut susu perah.

Susu memiliki nilai TSS atau Total Soluable Solid sebesar 13 persen. TSS sendiri terdiri dari, protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin. Jika kita jumpai di beberapa pusat perbelanjaan, sering kita melihat jenis-jenis susu cair yang berbeda jenis. Berikut adalah jenis-jenis susu yang harus kita ketahui sebelum mengkonsumsinya, antara lain :

  • Susu Segar atau Fresh Milk

Susu segar dihasilkan dari hewan ternak perahan, seperti sapi dan tidak tercampur kolostrum. Susu segar tidak mengandung tambahan air, bahan tambahan pangan dan antibiotik, dan belum mengalami perubahan warna, bau, serta kekentalan. Susu segar paling lezat karena asam lemak susunya belum rusak akibat proses pengawetan. Susu segar yang akan diminum langsung sebaiknya dipanaskan (tidak dididihkan agar emulsi susu tidak pecah) hingga mencapai suhu 70 derajat Celcius selama 5 – 10 menit.

  • Susu Skim

Susu skim bisa menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang sedang diet. Kandungan lemaknya yang rendah membuat kalori yang terkandung dalam susu skim menjadi lebih sedikit. Protein yang terdapat dalam susu skim sekitar 8 gram protein per gelas susu dan mengandung kalsium tinggi, sekitar 300 mg per gelas. Perlu diketahui bahwa biasanya makanan atau minuman berlabel rendah lemak atau bebas lemak mempunyai kadar gula yang lebih tinggi. Gula lebih banyak ditambahkan pada produk ini untuk meningkatkan rasa, setelah kandungan lemak dikurangi. Ssemakin banyak kandungan lemak, semakin enak rasa sebuah makanan atau minuman.

  • Susu Full Cream

Susu full cream mempunyai kandungan lemak yang lebih tinggi sekitar 3,25% dan memiliki kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis susu lainnya. Semakin banyak kandungan lemak dalam susu tersebut, maka semakin tinggi juga kandungan asam lemak omega-3 dalam susu. Asam lemak omega-3 sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung dan otak Anda. Bahkan sebuah penelitian yang menghubungkan kandungan asam lemak omega-3 dalam susu dengan diabetes menunjukkan bahwa mereka yang minum susu dengan kandungan asam lemak omega-3 tinggi memiliki kemungkinan 44% lebih rendah untuk terkena diabetes.

  • Susu Low Fat

Susu berjenis low fat mengandung lemak berkisar 1% hingga 2%. Dalam prosesnya, kandungan lemak sengaja dikurangi. Maka dari itu, teksturnya susu berjenis low fat ini tidak berbeda dengan jenis susu lainnya, seperti susu full cream. Beberapa vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A dan D, juga turut berkurang karena proses penghilangan kadar lemak ini.

  • Susu Pasteurisasi

Susu Pasteurisasi merupakan susu segar yang mengalami proses pemanasan 72 derajat Celcius selama 15 detik dengan tujuan membunuh organisme merugikan, seperti bakteri, virus, dan protozoa. Pasteurisasi hanya mampu menghambat pertumbuhan spora tapi tidak dapat mematikan sporanya, terutama spora bakteri yang bersifat termoresisten alias tahan terhadap suhu tinggi. Karena hanya mengalami proses pemanasan, jenis susu ini perlu disimpan dalam lemari pendingin bersuhu 5 hingga 6 derajat Celcius dan hanya bisa disimpan selama 2 minggu. Jika kemasan dibuka dengan suhu ruangan tahan sekitar 16 Jam.

  • Susu UHT (Ultra High Temperature)

UHT adalah susu yang disterilisasi dengan suhu tinggi (135-145 derajat Celcius) dalam waktu yang singkat selama 2-5 detik. Pemanasan dengan suhu tinggi ini bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisma (baik bakteri pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segar. Susu UHT lebih tahan lama – hingga 10 bulan – dan tak perlu disimpan di lemari pendingin, kecuali bila kemasannya sudah dibuka.

Sumber: diolah dari beberapa sumber

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: