Radiasi Smartphone Menggangu Perkembangan Otak Anak

Scroll down to content

Ketergantungan pengguna smartphone atau ponsel semakin meningkat setiap tahunnya. Tanpa disadari, bahaya radiasi dari ponsel dapat menyebabkan risiko kesehatan perlahan-lahan. Beberapa pernyataan seputar bahaya radiasi ponsel yang dinilai dapat memicu kanker. Anak-anak merupakan korban dari radiasi ponsel tertinggi. Berbeda dengan orang dewasa, penyerapan radiasi yang lebih tinggi pada anak karena beberapa faktor, seperti jaringan otak, tengkorak kepala dan ukuran tubuh yang berbeda. Demikian juga janin yang dianggap lebih rentan terhadap paparan radiasi terutama pada otak.

Walau bayi belum bisa menggunakan ponsel, tetapi paparan ponsel yang digunakan orang lain didekatnya ternyata berdampak buruk pada perkembangan otaknya. Terutama pada bayi berusia kurang dari 6 bulan. Di usia 0-6 bulan, otak bayi sedang pesat berkembang. Menurut dr.Ahmad Suryawan, Sp.A (K), yang dilansir dari Kompas Lifestyle, perkembangan otaknya juga dipengaruhi oleh sistem kelistrikan otak. Inilah yang membuat radiasi ponsel bisa mengganggu. Pada orang dewasa otaknya sudah terbentuk dengan baik, sedangkan pada anak-anak otaknya masih berkembang, apalagi di usia kurang dari 6 bulan, otaknya sedang terbuka dan terjadi proses yang sangat penting.

Begitu kita sekat dengan gelombang ponsel, sinyaling otak di usia dini akan terganggu. Oleh karena itu, penting bagi para orang tua menjauhkan ponsel dari sang bayi. Begitu pula dengan ibu menyusui, disarankan tidak menggunakan ponsel jika sedang menyusui buah hati. Seperti yang diketahui, ponsel pintar jaman sekarang atau smartphone ternyata memiliki tingkat radiasi yang lebih tinggi. Beberapa negara selain Indonesia pun sudah memberikan peringatan khusus mengenai penggunaan ponsel dan perangkat elektronik nirkabel lain untuk anak-anak, yaitu menerapkan jarak aman, minimal 20 cm dari tubuh anak-anak.

Kemajuan teknologi memang tidak dipungkiri sangat membantu beragam aktivitas. Namun, disarankan tetap menggunakannya secara tidak berlebihan, untuk menekan risiko bahaya radiasi yang dapat memicu gangguan kesehatan. Radiasi yang kuat dari HP dapat merusak sistem syaraf otak bayi yang masih berkembang. Akibatnya, bayi akan sering mengalami mual dan bahkan muntah. Jika keadaan tersebut dibiarkan, maka bayi bisa mengalami dehidrasi. Selain itu, bayi mengalami kesulitan dalam mengembangkan konsentrasi.

Contohnya seperti cara berjalan, berdiri ataupun berbicara atau mengalami kekurangan perkembangan motoriknya, bisa berdampak seperti anak lambat bicara. Ditambah lagi perkembangan otaknya pun akan sangat terganggu.  Yang paling parah adalah, jika radiasi tersebut menyebabkan kerusakan pada sebagian otaknya yang berpotensi menyebabkan sebagian fungsi tubuh tidak dapat digerakan, seperti tangan dan kaki, dan berujung pada kelumpuhan.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: