Hobby Makan Pedas? Bahayakah Bagi Usus?

Scroll down to content

Bagi para pecinta makanan pedas, cabai merupakan hal yang wajib ada ketika makan. Saking digemarinya, banyak rumah makan menawarkan menu makanan dengan tingkat pedas yang berbeda-beda. Mengapa makanan pedas begitu digemari dan apakah berbahaya jika terlalu sering mengkonsumsi makanan pedas? Namun, sebelum kita bahas, tahukah kamu bahwa pedas bukanlah salah satu jenis rasa? Pedas merupakan suatu sensasi yang muncul akibat zat kimia bernama capsaicin. Mengkonsumsi makanan pedas memang tidak berbahaya, selama dukonsumsi dengan takaran yang pas dan bermanfaat bagi tubuh. Namun, makanan pedas juga bisa menjadi bumerang untuk tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Untuk teman-teman pecinta pedas, ketahui tiga bahaya untuk tubuh jika keseringan mengkonsumsi makanan pedas, sebagai berikut :

  • Nyeri Perut

Jika kamu memiliki riwayat maag, makan makanan pedas bisa memicu naiknya asam lambung. Ini karena mengonsumsi cabai terlalu banyak bisa membuat dinding lambut iritasi. Rasa pedas dapat cepat memicu naiknya asam lambung secara cepat. Itulah alasan mengapa perut terasa nyeri setelah mencicipi makanan pedas.

  • Perut Mulas

Mungkin sudah biasa kita dengar, mengkonsumsi cabai berakibat perut dapat mulas. Penyebabnya adalah, rasa pedas dapat mempercepat gerakan di usus yang mempermudah terjadinya diare. Saat makanan pedas sampai di usus besar, efek iritasinya bisa langsung terasa. Kemudian, tubuh akan mengirim lebih banyak air ke usus, sehingga memudahkan feses keluar dari usus besar.

  • Gastritis (Maag Akut)

Bagaimana jika setiap hari setiap makan harus pedas? Ini dapat menyebabkan rapuhnya permukaan lambung, sehingga lambung menjadi mudah terluka, sehingga memicu terjadinya gastritis atau maag akut akibat terjadinya peradangan pada lapisan lambung. Gejala penyakit ini adalah mual, muntah, perut kembung, dan diare.

Terlalu sering mengkonsumsi makanan pedas bisa mengurangi sensitivitas lidah dalam mengecap rasa, bahkan bisa membuat sensitivitas lidah berangsur hilang. Jika sensitivitas berkurang, lidah tidak lagi berfungsi optimal untuk menentukan porsi makanan pedas yang dapat ditolerir. Jadi, selama mengkonsumsi cabai dalam batas wajar, tidak akan berdampak bagi tubuh. Apapun yang dikonsumsi berlebihan pada tubuh tidak akan baik di kemudian hari, sama hal  nya seperti mengkonsumsi cabai. Jangan lupa imbangin dengan makan sayur dan makanan berserat lainnya.

Sumber: didapat dari sumber lainnya

Photo by Freepik

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: