Tidur, Sama Pentingnya Seperti Makan dan Minum Bagi Tubuh

Scroll down to content

Kantuk atau ‘ngantuk’ adalah kondisi ketika seseorang merasa ingin tidur. Kondisi ini biasa terjadi pada malam hari ataupun terkadang di siang hari, dan merupakan hal yang wajar. Namun jika rasa kantuk terjadi secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas dan menurunkan produktivitas. Sering mengantuk dapat disebabkan oleh berbagai hal, dari kurangnya jam tidur, kelelahan, hingga penyakit tertentu. Tidur sama pentingnya dengan makan dan minum bagi tubuh kita. Kantuk bisa memicu timbulnya berbagai masalah, misalnya mengganggu prestasi di sekolah, atau produktivitas di kantor, memengaruhi emosi. Kerugian yang didapat dari kurang tidur atau sering mengantuk adalah rentan melakukan kesalahan dalam pekerjaan atau aktivitas karena mengganggu konsentrasi. Kebutuhan tubuh untuk beristirahat saat tidur bervariasi, sesuai dengan usia seseorang. Kebutuhan tidur disesuaikan dengan usia, sebagai berikut :

  • Orang dewasa dengan usia 65 tahun ke atas membutuhkan waktu tidur antara 7-8 jam.
  • Usia remaja hingga dewasa pada rentang usia 18-64 tahun, membutuhkan waktu tidur ideal antara 7-9 jam.
  • Usia anak sekolah yang berkisar antara 6-17 tahun, membutuhkan waktu tidur antara 9-11 jam.
  • Anak-anak usia prasekolah yang umumnya berkisar 3-5 tahun, membutuhkan 10-13 jam untuk tidur.
  • Bagi hingga balita, kebutuhan tidurnya antara 11-17 jam.

Biasanya, rasa kantuk yang tidak normal ini akan disertai dengan gejala lain, seperti respons menjadi lambat, sering lupa, sering tertidur pada situasi yang tidak tepat, dan sulit mengendalikan emosi. Berikut adalah ciri-ciri rasa kantung yang tidak normal, seperti :

  • Rasa ingin tidur terus menerus pada siang hari atau sring tertidur saat siang hari.
  • Sulit berkonsentrasi saat belajar, bekerja, atau menyetir.
  • Penurunan prestasi di sekolah atau produktivitas pekerjaan.
  • Mudah tertidur saat menonton TV atau membaca buku.
  • Microsleep, yaitu tidur sekejap yang terjadi karena menahan kantuk.

Tidur tidak hanya masalah istirahat saja. Otak kita terus bekerja selama tidur, menjalankan fungsi-fungsi penting. Jika dibiarkan dan berlangsung lama, rasa kantuk terus-menerus tidak hanya berdampak pada aktivitas sehari-hari saja, tetapi juga dapat mengganggu fungsi otak dan menurunkan produktivitas, seperti memperlambat proses berpikir, menggangu ingatan atau memori meningat dalam otak, sulit belajar, dan berdampak pada kesehatan mental. Kita juga sering mendengar kecelakaan di jalan raya akibat tertidur karena mengantuk. Ini salah satu penyebab rasa kantuk yang kronis yang berakibat fatal. Maka dari itu, perhatikan jam tidurmu dan sayangi tubuhmu.

Sumber: Alodokter

Pic by shutterstock

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: