19 Juni, Hari Penghapusan Kekerasan Seksual

Scroll down to content

Kekerasan seksual merupakan tindakan yang mengarah pada ajakan seksual tanpa persetujuan. Kekerasan seksual juga termasuk tindakan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh orang dewasa. Sering disalaharikan, kekerasan seksual dan pelecehan seksual adalah dua hal yang berbeda. Kekerasan seksual, merupakan istilah yang cakupannya lebih luas daripada pelecehan seksual. Sedangkan pelecehan seksual adalah salah satu jenis dari kekerasan seksual. Menurut Komnas Perempuan, setidaknya ada 15 perilaku yang bisa dikelompokkan sebagai bentuk kekerasan seksual, yaitu:

  • Perkosaan
  • Intimidasi seksual termasuk ancaman atau percobaan perkosaan
  • Pelecehan seksual
  • Eksploitasi seksual
  • Perdagangan perempuan untuk tujuan seksual
  • Prostitusi paksa
  • Perbudakan seksual
  • Pemaksaan perkawinan, termasuk cerai gantung
  • Pemaksaan kehamilan
  • Pemaksaan aborsi
  • Pemaksaan kontrasepsi seperti memaksa tidak mau menggunakan kondom saat berhubungan dan sterilisasi
  • Penyiksaan seksual
  • Penghukuman tidak manusiawi dan bernuansa seksual
  • Praktik tradisi bernuansa seksual yang membahayakan atau mendiskriminasi perempuan (misalnya sunat perempuan)
  • Kontrol seksual, termasuk lewat aturan diskriminatif beralasan moralitas dan agama.

Karena kekerasan seksual ini sudah merajalela di berbagai negara, PBB menetapkan 19 Juni sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Seksual. Tanggal 19 Juni dipilih mengingat resolusi 1820 yang diadopsi Dewan Keamanan pada 19 Juni 2008, yang mengakui untuk pertama kalinya bahwa kekerasan seksual adalah taktik perang dan ancaman bagi perdamaian dan stabilitas internasional. Diungkapkan Presiden Majelis Umum PBB, Sam Kutesam, pemerkosaan merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual yang juga merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional. Peringatan ini berfungsi sebagai panggilan global untuk tindakan keamanan, keadilan dan aktor layanan atas nama korban kekerasan seksual dalam konflik di seluruh dunia. Untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti:

  • Selalu waspada, terutama saat sedang berada di tempat publik, termasuk di kendaraan umum
  • Bekali diri dengan semprotan merica atau alat pembela diri lainnya
  • Lakukan perlawanan, salah satunya dengan memukul kelamin pelaku
  • Waspadai orang yang tidak dikenal
  • Bekali diri dengan pengetahuan seputar kekerasan seksual

sumber: diambil dari beberapa sumber

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: