Mengenail Karakter Seseorang Yang Sering Melakukan Self-harm, Perilaku yang Melukai Diri Sendiri

Scroll down to content

Pernahkah kamu mengenal seseorang atau mendengar seseorang sering menyakiti dirinya sendiri dengan cara-cara tidak biasa atau bahkan mencederai diri sendiri? Mereka yang suka menyakiti diri sendiri merupakan seseorang dengan sebut “Self-harm”. Self-harm merupakan perilaku menyakiti diri sendiri untuk mengatasi tekanan yang mendalam dan luka emosional, yang mereka pikir dapat membantu dalam mengekspresikan perasaan yang tidak dapat diungkapkan, meluapkan kesedihan, atau sebagai cara untuk menghukum diri sendiri.

Cara-cara mereka dalam Self-harm  sendiri seperti menenggak racun, memukul diri sendiri, memukul dinding atau membenturkan diri sendiri, hingga menyayat tubuh. Dilansir dari situs Pijar Psikologi, terdapat beberapa alasan yang mendorong terjadinya self-harm, antara lain :

  • Pengaruh Masa Kecil

Anak yang sejak kecil tidak dibolehkan untuk merasakan emosi negatif, seperti sedih, sakit dan kecewa. Ketika beranjak dewasa, mereka tidak akan mengeluarkan emosi, melainkan memilih untuk menyakiti diri secara fisik demi merasakan emosi negatif. Hal ini dikarenakan ia tidak terbiasa merasakan secara emosional dan tidak memahami pula apa yang sedang dirasakanya.

  • Sulit Mengekspresikan Emosi

Tidak semua orang dapat mengenali dan mengekspresikan emosi. Jika mereka berada dalam  kondisi yang sangat sulit dan berat untuk dilewati serta tidak dapat mengungkapkannya dalam kata-kata, self-harm menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan emosi dengan menyakiti diri di mana lukanya dapat terlihat jelas di mata orang lain juga menjadi cara untuk menunjukkan betapa buruknya kondisi yang dirasakan.

  • Lebih Baik Merasa Sakit

Bagi seseorang yang merasa diabaikan, tidak dicintai, atau mengalami “mati rasa” dalam hidupnya, merasakan sakit adalah pilihan yang lebih baik. Merasa sakit akibat self-harm yang dilakukan menjadi hal lain yang dicari dan dirasa lebih baik daripada hanya merasakan kekosongan dalam dirinya.

Menurut Dr. Yunias Setiawati,dr,Sp.KJ (K), jenis perilaku self-harm dibagi dalam tiga kelompok, yaitu :

  • Superficial Self-Mutilation

Cara ini biasanya dengan menyayat bagian pergelangan tangan dengan benda tajam atau menarik rambut sendiri dengan kuat. Jenis self-harm dalam kategori ringan, namun dapat berujung pada tindakan percobaan bunuh diri.

  • Stereotypic Self-Injury

Cara ini biasanya dengan melukai diri sendiri secara berulang-ulang dan frekuensinya lebih dari satu kali, seperti membenturkan kepala ke tembok secara berulang-ulang. Cara ini digunakan untuk mengatasi rasa sakit secara emosional dengan memberikan sensasi pada diri sendiri.

  • Major Self-Mutilation

Jenis ini merupakan jenis self-harm yang yang berat dibanding dari dua jenis self harm lainnya. Biasanya mereka melakukan ini dengan melukai organ tubuhnya seperti mencukil mata, memotong kaki. Jenis self harm ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang mengalami gangguan psikologis berat.

Mereka yang melakukan tindakan ini tentunya merasa bingung atas diri sendiri, bagaimana cara membuka diri pada orang lain dan bagaimana cara agar diterima di lingkungan. Untuk itu perlu kesadaran sedari dini untuk membimbing mereka dengan memotivasi mereka untuk dapat melepaskan suatu perasaan atau tekanan yang ada dalam dirinya agar jangan sampai melukai diri.

Sumber: NgopiBareng

Pic by Freepik

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: