#26Juni, Berikan Dukungan Pada Korban Penyiksaan

Scroll down to content

26 Juni ditetapkan sebagai Hari Internasional Untuk Mendukung Korban Penyiksaan.  Tidak hanya menentang kejahatan yang berujung pada penyiksaan, tetapi juga untuk menghormati, dan untuk mendukung korban-korban penyiksaan yang tersebar hampir di seluruh dunia. Setiap tanggal 26 Juni inilah, seluruh umat manusia dari belahan dunia, berkumpul dan bersama-sama bergabung untuk mendukung korban suatu kejahatan yang dipandang sebagai musuh bersama seluruh umat manusia, yaitu Penyiksaan. Penyiksaan merupakan segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan berbagai motif.

Foto hanya Ilustrasi. Foto by Republika

Tak jarang, karena penyiksaan ini, banyak orang yang meninggalkan luka mendalam bahkan trauma mendalam bagi setiap korbannya. Terlebih, jika para korban penyiksaan tetap memilih diam daripada melaporkannya ke pihak berwajib karena khawatir keselamatan diri sendiri. Memilih tetap diam dan tetap tersiksa, dianggap sebagai suatu solusi bagi para korban. Maka dari itu, penyiksaan dianggap sebagai salah satu kejahatan serius. Untuk itu, Hari Internasional Untuk Mendukung Korban Penyiksaan yang diprakarsai oleh PBB, diikuti lebih dari sekitar 100 organisasi kemanusiaan dari berbagai negara di seluruh dunia juga turut memperingatinya dengan kampanye.

Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) bersama sejumlah lembaga yang peduli pada isu hak asasi, juga ikut mendorong pemerintah untuk mencegah tindakan penyiksaan di Indonesia dengan Optional Protocol Convention Against Torture (OPCAT).  Jaringan Anti Penyiksaan Indonesia (JAPI) juga mengajak lapisan masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para korban penyiksaan. Penyiksaan juga dianggap sebagai salah bentuk kejahatan tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia. Tentu saja, tidak hanya di tanggal ini kita memberikan dorongan dan motivasi tehadap korban penyiksaan. Kita dapat menolong para korban dengan memberikan suara kita jika di lingkungan sekitar kita terhadap korban penyiksaan.

sumber: diambil dari sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: