Benarkah Jamur Enoki Mengandung Bakteri Berbahaya?

Scroll down to content

Infeksi Listeria sedang menjadi topik yang hangat diperbincangkan saat ini terkait dengan jamur enoki. Jamur Enokitake atau yang dikenal dengan jamur enoki merupakan jamur pangan dengan tubuh buah hasil budidaya berbentuk panjang-panjang berwarna putih menyerupai tauge. Sebelumnya, pada Maret 2020, Ministry of Food and Drug Safety Korea Selatan telah menemukan bakteri ini pada jamur enoki. Infeksi listeria merupakan penyakit yang disebabkan oleh makanan mengandung bakteri Listeria. Penyakit ini berdampak sangat serius pada ibu hamil, orang berusia di atas 65 tahun, dan orang dengan sistem imun rendah. Bakteri Listeria monocytogenes merupakan salah satu bakteri yang tersebar luas di lingkungan pertanian, baik di tanah, tanaman, limbah ataupun air.

Bakteri ini memiliki karakter tahan terhadap suhu dingin, sehingga mempunyai potensi kontaminasi silang terhadap pangan lain yang siap dikonsumsi dalam penyimpanan. Tidak hanya itu, bakteri Listeria monocytogenes juga dapat ditemukan pada daging yang tidak dimasak dengan benar, ataupun susu yang tidak dilakukan pasteurisasi. Orang yang tubuhnya sehat memang jarang menjadi sakit gara-gara infeksi listeria, tetapi pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, seperti bayi, janin dalam kandungan, atau lansia, dampaknya bisa fatal. Karena hal tersebut, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) meminta para importir untuk menarik dan memusnahkan jamur enoki yang beredar di Indonesia yang berasal dari Korea Selatan.

Jamur enoki yang ditemukan terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes berpotensi menyebabkan penyakit listeriosis. Penyakit Listeriosis ini berbahaya untuk orang tua, ibu hamil, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah, dan memiliki infeksi parah di aliran darah yang dapat menyebabkan sepsis serta meningitis atau ensefalitis. Listeriosis biasanya merupakan penyakit ringan untuk wanita hamil, tetapi menyebabkan penyakit parah pada janin atau bayi baru lahir. Gejala bisa dirasakan setelah 30 hari dari konsumsi, dengan diikuti demam, nyeri otot, nyeri sendiri, pusing, mual, hingga diare. Berikut adalah beberapa gejala yang disebabkan oleh infeksi bakteri Listeria, seperti leher kaku, kehilangan keseimbangan, kejang, demam dan mual, diare, sesak napas, nyeri otot, sakit kepala, dan ada pula yang sensitif terhadap cahaya.

Namun bagi Anda yang memiliki kekebalan tubuh kuat, bakteri ini jarang menyebabkan penyakit. Untuk itu, sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh apalagi ditambah oleh covid-19 yang hingga kini belum ditemukan vaksinnya. Waspada terhadap apapun yang masuk ke dalam tubuh kalian, yah.

sumber: diambil dari beberapa sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: