#HariAntiNarkotikaInternational, Jangan Ragu Untuk Menolak Narkoba!

Scroll down to content

26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional atau yang disingkat HANI. Hari Anti Narkotika Internasional merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Tanggal 26 Juni dipilih, bermula dari perjuangan Lin Zexu yang juga merupakan seorang filsuf, ahli kaligrafi, dan juga penyair yang dikenal dengan perjuangannya untuk menentang perdagangan opium di Tiongkok, China oleh bangsa asing. Opium adalah getah bahan baku narkotika yang diperoleh dari buah candu yang belum matang. Saat itu, Lin Zexu menyadari bahwa harta negaranya terus masuk ke Inggris untuk membeli obat terlarang, sehingga kondisi negaranya cukup terpuruk. Setelah diselidiki, ternyata hal ini disebabkan oleh ketergantungan akan opium tersebut. Karena hal inilah, tanggal 26 Juni juga dipilih sebagai Hari Anti Narkotika Internasional oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

Hari Anti Narkotika Internasional merupakan gerakan perlawanan terhadap bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang yang berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial ekonomi, serta kemanan dan kedamaian dunia. Pada tahun 2020 ini, Tahun ini, Hari Anti Narkotika Internasional digelar oleh United Nations dengan tema “Better Knowledge for Better Care”. Atau “”Pengetahuan yang Lebih Baik untuk Perawatan yang Lebih Baik”. Tema ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai masalah narkoba dunia dan mendorong kerja sama internasional untuk melawan dampak dari narkoba itu sendiri. Umumnya, para pengguna narkoba ini bermula dengan asal coba-coba sehingga menimbulkan ketagihan. Para pengguna narkoba tersebut, menyalahgunakan zat-zat tersebut karena beberapa hal, seperti mengalami stress atau depresi karena hal lainnya.

Maka dari itu, sering kita dengar bahwa target pengguna narkoba kebanyakan adalah pengguna baru, karena dapat dimanipulasi untuk menjadi pengguna tetap. Tak hanya narkoba, alkohol dan rokok juga pun dapat menjadi pelarian ketika orang-orang ketika merasa cemas, depresi dan stress. Adanya persepsi bahwa dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang ini, dapat membuat diri tenang. Tetapi, yang tidak diketahui bahwa hal ini adalah hanyalah bersifat sementara. Semakin sering menggunakan narkoba, maka semakin akan memperburuk kondisi kesehatan seseorang. Penggunaan narkoba yang berkelanjutan, akan memperburuk kesehatan mental karena akan memicu rasa cemas, depresi dan tindakan bunuh diri.

Jangan pernah tergoda untuk mencoba narkoba, meskipun hanya sedikit. Jika merasa memiliki beban dan butuh untuk melampiaskan, hubungilah orang terdekat dan bicarakan apa yang sedang terjadi. Ingat, tolak, jauhi dan katakan TIDAK pada narkoba! Jangan pernah ragu untuk berkata tidak pada narkoba.

pic by kompasiana

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: