Stroke dan Serangan Jantung, Dapat Berawal Dari Infeksi?

Scroll down to content

Di lingkungan sekitar kita, mendengar kematian seseorang yang disebabkan karena stroke dan serangan jantung bukan merupakan hal yang aneh lagi. Pasalnya, begitu banyak yang mengalami stroke mendadak atau sernagan jantung lalu meninggal dunia seketika. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Jantung sebagai organ vital yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Namun, jantung tidak luput dari serangan infeksi oleh berbagai jenis penyebab. Otot pada jantung bertanggung jawab dalam memompa darah ke seluruh organ tubuh. Ketika otot tersebut mengalami peradangan, maka fungsi jantung dalam memompa darah pun akan terganggu. Akibatnya, muncul gejala-gejala berupa nyeri dada, gangguan irama jantung, dan sesak napas.

Miokarditis merupakan kondisi di mana terjadi peradangan atau inflamasi pada otot jantung (miokardium). Miokarditis ringan dapat lebih mudah sembuh, baik dengan atau tanpa perawatan. Namun, jika miokarditis sudah tergolong berat dan tidak mendapatkan perawatan yang tepat, hal itu berpotensi menyebabkan penggumpalan darah yang memicu komplikasi, seperti stroke dan serangan jantung. Inilah yang mengakibatkan seseorang dapat kehilangan nyawa karenanya.

Penyebab tersering dari miokarditis adalah infeksi yang menyebar hingga ke jantung. Infeksi dapat disebabkan karena beberapa hal, seperti virus: coxsackievirus B, adenovirus (penyebab flu), parvovirus B19, echoviruses, Epstein-Barr virus (penyebab mononucleosis), dan rubella (penyebab measles). Selain virus, ada juga bakteri seperti Staphylococcus aureus (penyebab impetigo atau MRSA) atau Corynebacterium diptheriae (penyebab difteri). Ketika infeksi menyerang, tubuh berusaha untuk melawan infeksi tersebut dengan proses peradangan. Namun, proses peradangan tersebut dapat melemahkan jantung itu sendiri. Beberapa penyakit autoimun, seperti lupus, dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh berbalik melawan jantung, mengakibatkan peradangan dan kerusakan.

Gejala yang muncul biasanya beragam yang tergantung penyebabnya, dengan tanda-tanda sebagai berikut :

  • Rasa sakit pada dada, karena adanya peradangan pada otot organ. Sakit dan nyeri pada dada dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.
  • Sesak napas dan gangguan pernapasan.
  • Pembengkakan
  • Jantung Berdebar atau irama jantung sangat cepat.

Miokarditis yang bersifat ringan biasanya dapat pulih dengan sendirinya, namun harus menghindari aktivitas atau olahraga yang terlalu berat. Sedangkan pada miokarditis yang bersifat berat, ada beberapa perawatan yang perlu dilakukan, seperti :

  • Ventricular Assist Devices (VAD)

Penanganan ini dilakukan dengan pemasangan alat khusus pada bilik jantung untuk memompa darah dan biasanya digunakan oleh pengidap yang memiliki kondisi jantung lemah atau gagal jantung.

  • Pompa Balon Intra-aorta

Penanganan ini dilakukan dengan menanamkan alat berupa balon pada pembuluh darah arteri utama (aorta) untuk melancarkan aliran darah dan mengurangi beban kerja jantung.

Penanganan dan pengobatan miokarditis biasanya dilakukan tergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang muncul. Miokarditis bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan, misalnya dengan mengubah gaya hidup seperti diet rendah garam dan sering beristirahat. Sulit untuk mencegah penyakit miokarditis, namun beberapa hal dibawah ini dapat membantu untuk menghindari penyakit ini seperti melakukan hubungan seksual yang aman, lakukan vaksin sebagai pencegah infeksi, dan menerapkan gaya hidup bersih.

Sumber: diambil dari beberapa sumber lainnya

pic by bidanku

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: