Waspadai Penyakit Keputihan saat Hamil, Berisiko Lahirkan Bayi Prematur

Scroll down to content

Keputihan bagi kebanyakan kaum hawa mungkin dianggap biasa. Hal itu karena keputihan merupakan cairan yang diproduksi kelenjar dan leher vagina yang membawa sel mati dan bakteri.

Keputihan juga bisa terjadi pada kehamilan. Namun jangan sampai hal itu Anda anggap sepele, keputihan pada saat hamil juga bisa memicu bahaya dan bisa mengancam perkembangan janin.

Dokter Kulit dan Kelamin dr. Hanny Nilasari, Sp.KK (K), FINSDV, FAADV mengatakan terjadinya keputihan saat kehamilan perlu diwaspadai ekstra dua kali lipat.

“Pada ibu hamil itu harus lebih waspada, waspadanya lebih ditingkatkan, waspada pangkat 2, karena ada bayi yang ada di kandungnya,” ujar dr. Hanny.

Ia menjelaskan keputihan memang bisa memicu peradangan karena mengandung bakteri. Akibat peradangan itulah yang dikhawatirkan pada ibu hamil menginfeksi saluran vagina sampai mulut rahim.

Setelah keputihan mencapai rahim, maka peradangan ini bisa menginfeksi air ketuban, dan merusak ketuban tempat bayi bertumbuh.

“Kalau infeksinya sampai di mulut rahim tentunya harus berhati-hati, nggak jauh dari situ ada ketuban. Nanti ketubannya bisa terinfeksi dan bayinya lahir prematur,” ungkapnya.

Dia juga mengingatkan lebih waspada jika keputihan terjadi di usia kehamilan 6 bulan. Apalagi juga keputihan yang keluar cukup banyak.

“Jadi ibu-ibu yang hamil 6 bulan kemudian mengalami keputihan yang sangat banyak, seperti disampaikan gejala dan tandanya, curiga ke arah situ. Itu harus segera berobat ke dokter,” ujarnya.

“Kalau misalnya tidak, itu bisa terjadi prematuritas, ketuban pecah dini, artinya bayinya lahir, atau bayinya ikut terinfeksi. Cairan ketubannya ikut terinfeksi sehingga bayinya juga ikut terinfeksi,” tambahnya.

Permaturitas adalah kelahiran yang berlangsung pada umur kehamilan 20 minggu hingga 37 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. Atau dikenal kelahiran bayi sebelum menginjak usia 9 bulan kehamilan.

Sumber : Suara.com
Foto : Pixels

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: