Apa Yang Terjadi Pada Tubuh, Jika Kita Konsumsi MSG Berlebihan?

Scroll down to content

Monosodium glutamat (MSG) atau yang dikenal dengan micin merupakan sebuah bumbu untuk menambah rasa pada makanan. MSG atau micin ini dikonsumsi baik di rumah tangga maupun industri. Dipercaya, makanan menjadi lebih lezat setelah dibumbui oleh MSG. Penggunaan micin dengan takaran secukupnya tidak akan menimbulkan bahaya pada kesehatan. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi micin secara berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Penggunaan MSG (Monosodium glutamate) untuk penyedap rasa makanan dalam takaran secukupnya telah diakui keamanannya oleh badan kesehatan dunia (WHO). Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia juga telah mengakui keamanan pemakaiannya, yakni dalam dosis antara 0,5 – 1,7 gram per hari.

Jika asupan MSG dilakukan secara berlebihan, maka ada kemungkinan timbul reaksi negatif pada tubuh. Dilansir dari situs Alodokter, berikut beberapa laporan dan penelitian yang mengklaim penggunaan micin berlebih dapat menyebabkan kondisi klinis tertentu yang memberi dampak negatif pada kesehatan, antara lain:

  • Chinese Restaurant Syndrome

Kondisi ini bisa menyebabkan munculnya gejala berupa sakit kepala, mati rasa, kemerahan, kesemutan, jantung berdebar, nyeri dada, mual, lemah, letih, dan mengantuk. Ini terjadi ketika seseorang mengonsumsi micin lebih dari 3 gram. Akan lebih parah ketika orang yang mengonsumsinya sensitif terhadap MSG. Namun, gejala-gejala tersebut belum tentu pula disebabkan oleh mengonsumsi micin saja.

  • Kerusakan Sel Saraf

Penggunaan MSG dosis tinggi dapat menjadi racun yang menyebabkan kerusakan sel saraf, dan menyebabkan gangguan fungsi otak dan kerusakan berbagai organ. Unsur ini juga dapat menimbulkan sejumlah penyakit, seperti Alzheimer, Parkinson, dan gangguan konsentrasi ketika belajar.

  • Sakit kepala Hingga Merusak Sel Darah Putih.

Mengkonsumsi micin dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Beberapa orang juga terlihat lebih sensitif terhadap micin, dan akan mengalami efek berupa sakit kepala. Selain itu, MSG dapat merusak sel dan materi genetik, merusak limfosit atau sel darah putih.

Ada pula penelitian lain menyebut bahwa mengonsumsi micin dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan gejala depresi depresi akibat perubahan serotonin, yaitu sinyal di otak yang memengaruhi suasana hati dan emosi. Untuk itu, penting mengetahui batasan aman konsumsi MSG, sama hal nya seperti konsumsi garam.  Apapun yang berlebihan tidak akan baik bagi tubuh. Penting pula untuk diketahui, bahwa MSG tidak boleh diberikan kepada bayi, dan ibu hamil. Selain itu, bagi orang-orang yang intoleran glutamat sebaiknya tidak mengonsumsi masakan atau makanan yang mengandung micin apalagi jika berlebih.

Sumber: diambil dari beberapa sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: