Mengenal Istilah “Masuk Angin” Dalam Dunia Medis

Scroll down to content

Masuk angin menurut masyarakat Indonesia adalah penyakit sederhana sejuta umat. Bagaimana tidak, misalnya kehujanan atau sedang kurang istirahat, sudah diartikan masuk dalam kategori masuk angin. Istilah masuk angin sendiri dibuat oleh orang Indonesia berdasarkan gejala-gejala yang dialami tubuh seperti demam, batuk, kembung, pilek, tidak enak badan, badan pegal-pegal, meriang,sakit kepala dan lemas. Namun, tahukah kamu bahwa masuk angin tidak pernah ada bahkan dalam dunia medis. Masuk angin hanya ada dalam bahasa keseharian masyarakat Indonesia.

Menurut masyarakat Indonesia, masuka ngin disebabkan oleh adanya angin yang masuk ke dalam tubuh. Namun, apa yang sebenarnya terjadi ketika tubuh mengalami “masuk angin”? Masuk angin merupakan kondisi saat tubuh yang sedang dalam keadaan drop, misalnya saat kehujanan, sering lembur, kurang tidur, tidak menjaga asupan makanan, dan masih banyak lagi. Masuk angin sering terjadi terutama pada musim pancaroba atau musim hujan tiba. Masyarakat percaya, bahwa masuk angin dapat diatasi dengan “kerokan” yang bertujuan untuk mengeluarkan angin. Umumnya, bagian punggung yang paling sering dikerok dan ketika merah artinya anginnya sudah keluar. Sayangnya dari sudut pandang medis, kerokan tidak begitu membantu dan malah membuka dan memperlebar pori-pori tubuh.

Masuk angin tidak ada dalam dunia medis, namun gejala dari masuk angin dipercaya merupakan kumpulan gejala awal suatu penyakit. Dunia medis mengartikannya dengan istilah tidak enak badan. Tidak enak badan dalam dunia medis merupakan pertanda adanya kondisi medis tertentu di dalam tubuh. Misalnya, aaat seseorang merasakan kedinginan, demam, hidung berair, dan bersin-bersin, hal itu bisa jadi tanda flu atau pilek. Sedangkan saat orang merasakan mual, kembung, diare, nyeri perut, bisa jadi hal itu tanda gangguan lambung. Ketika seseorang merasa tubuh sedang tidak enak badan, suhu tubuh bagian belakang akan turun. Akibatnya, terjadi defisiensi energi (panas) pada bagian belakang tubuh penderita, dan inilah kenapa dinamakan masuk angin.

Sebenarnya, gejala masuk angin akan membaik dengan sendirinya apabila sistem imun di tubuh bekerja dengan baik. Tetapi, ada beberapa yang juga mengkonsumsi obat-obatan agar kondisinya segera membaik. Nah, sekarang kamu jadi paham kan istilah masuk angin itu sebenarnya tidak ada dalam dunia medis. Karena hal itu, mengkonsumsi sembarangan obat tanpa resep dokter tidak dianjurkan. Perbanyak istirahat, cukup minum, cukup olahraga agar tubuh kembali bugar seperti sedia kala.  

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: