Asinan, Segar dan Menyehatkan Namun Belum Tentu Baik Untuk Tubuh

Scroll down to content

Ada rasa asam, manis, asin, pedas, apalagi kalau bukan asinan. Bahan makanan yang umumnya dijadikan asinan adalah berbagai jenis sayuran dan buah-buahan, dan merupakan makanan favorit asal Indonesia. Asinan banyak disukai dan sering dijadikan camilan untuk dinikmati di tengah waktu luang dan sudah terbukti menyegarkan terutama dikonsumsi pada saat cuaca panas. Asinan dibuat melalui proses pengasinan dengan garam atau pengasaman dengan cuka, dengan cara mengawetkan dengan merendam buah atau sayur dalam larutan campuran air dan garam. Asinan dinilai sebagai salah satu jenis makanan pendamping yang dibuat langsung tanpa bahan pengawet dan dinilai sebagai makanan yang menyehatkan.

Meskipun terbuat dari sayuran dan buah serta menyehatkan, asinan bisa berbahaya jika dikonsumsi setiap hari karena kandungan cuka dan garam pada makanan tersebut. Beberapa diantara sayuran dan buah tentunya mengandung kandungan mineral yang berguna untuk menjaga keseimbangan elektrolit sekaligus kesehatan saraf dan otot. Meski begitu, jenis makanan ini sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan asin dan asam bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, mengacaukan pencernaan, hingga merusak kesehatan gigi. Terdapat beberapa gangguan kesehatan lain yang mungkin muncul akibat terlalu sering mengonsumsi asinan, di antaranya:

  • Terganggunya sistem pencernaan, karena enzim yang mengatur kinerja pencernaan akan mengalami dehidrasi dan penurunan fungsinya. Tak hanya itu, proses pembakaran lemak dalam tubuh ikut terhambat.
  • Dampak terhadap kulit misalnya pada wajah kamu dapat terlihat lebih membengkak karena adanya retensi air yang disebabkan oleh terlalu banyak garam dalam makanan. Selain itu, juga dapat menyebabkan kulit wajah menjadi berjerawat.
  • Iritasi Usus bisa terjadi karena adanya asam asetat dalam jumlah banyak, yang mengakibatkan iritasi pada usus dan juga merusak dinding lambung yang begitu lunak dan sensitif terhadap asam cuka.

Pasalnya, dalam lambung sudah ada tingkat keasaman tertentu yang sebenarnya tidak boleh ada asam lain yang masuk. Dinding lambung yang mengalami panas akibat asam asetat mengakibatkan rasa perih karena teriritasi. Asinan juga seperti makanan-makanan yang tingkat konsumsinya harus dibatasi dan tidak boleh terlalu sering. Jika kamu ingin yang segar, kamu bisa menggantinya dengan mengkonsumsi buah-buahan segar. Cara ini jauh lebih aman dan tentu saja menyehatkan.

sumber: diolah dari sumber lainnya

pic by shutterstock

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: