Gunakan Lampu UVC Sesuai Petunjuk Penggunaan Agar Tidak Terjadi Hal Berikut

Scroll down to content

Semakin bertambahnya kasus Covid-19 di negara ini, semakin banyak pula yang merasa semakin cemas. Sebelumnya, masker, termometer dan sanitasi tangan menjadi langka. Masyarakat membutuhkan lebih dari itu untuk menjaga dirinya, salah satunya dengan bantuan disenfeksi benda menggunakan teknologi sinar UV. Aktifitas yang harus selalu tetap berjalan seperti memegang uang, memegang benda-benda membuat masyarakat menjadi lebih waspada dan memilih menggunakan teknologi UV sebagai alat untuk membantu mencegah virus. Namun, masyarakat tidak diedukasi mengenai bahaya dan penggunaan yang tepat untuk teknologi UV tersebut.

Disinfeksi dengan metode sinar UV bukan suatu hal yang baru. Banyak orang yang salah kaprah bahwa sinar UV berasal dari matahari. Namun, kenyataannya ternyata sinar disenfeksi murni dibuat oleh manusia. Sinar UV telah digunakan untuk mendisinfeksi permukaan, benda mati, atau patogen yang telah digunakan sejak lama. Salah satu yang sedang ramai diperjualbelikan adalah lampu disenfeksi UVC yang dikenal mampu membunuh virus penyebab Covid-19. Sebelum memutuskan untuk menggunakan lampu disenfeksi UV, ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu cara penggunaan, bahaya dan resiko potensial yang mungkin terjadi, agar tidak merugikan pengguna.

UVC memiliki panjang gelombang terpendek dan energi tertinggi, yang dapat bertindak sebagai desinfektan, dan merupakan sinar UVC yang paling berbahaya. Sinar UVC sangat kuat untuk menghancurkan material genetik DNA atau RNA, dari virus dan bakteri. Karena kekuatan inilah, UVC tidak diperkenankan terkena kulit manusia. UVC hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk menghancurkan kulit manusia. Jika terpapar langsung, resiko yang mungkin terjadi adalah kulit terbakar, melepuh, kering atau mengelupas. Jangankan sampai tersentuh, bahkan melihatnya pun tidak disarankan karena sinar UV merupakan salah satu penyebab utama cedera akibat radiasi pada mata manusia, dan sangat berbahaya jika sampai terserap pada kornea mata.

Penting untuk diketahui bahwa sinar UVC tidak disarankan untuk digunakan sebagai disenfeksi kulit dan dapat berbahaya jika tidak digunakan dengan benar. Semakin maraknya penjualan dan pemakaian UVC yang tidak jelas aturannya, untuk itu kita harus lebih berhati-hatilah dengan peralatan sinar UV. Penggunaan lampu UV memang membantu, asalkan petunjuk pengunaan dibuat dengan jelas sehingga pengguna dapat teredukasi dengan baik dan tidak merugikan.

PIC BY liputan6

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: