Sleeping Beauty is Real! Simak Faktanya Berikut

Scroll down to content

Sleeping beauty is real. Dongeng tentang putri tidur tidak hanya ada dalam dunia dongeng, tetapi juga terjadi di dunia nyata yang juga disebut sebagai Sindrom Putri Tidur atau sleeping beauty syndrome. Sindrom putri tidur merupakan sindrome yang sangat langka dimana penderitanya bermasalah pada jam dan waktu tidur. Gejala tidur terlalu lama ini dapat terjadi selama beberapa hari atau bahkan beberapa bulan. Namun, mereka akan bangun dan dapat beraktivitas kembali seperti biasanya layaknya orang normal, hingga kemudian akan tidur kembali setelah melakukan aktifitasnya. Sindrome ini menyebabkan penderitanya merasa kantuk yang ekstrim.

Di dunia, hanya beberapa orang yang mengidap sindrome ini. kebanyakan dari mereka tidur terlama selama dua pekan tanpa bangun. Mereka akan tidur dalam waktu yang lama, dan kebanyakan dari mereka yang mengidap ini akan bangun dalam keadaan bingung, lemas, lesu, tidak bertenaga untuk melakukan aktifitas berat, berhalusinasi, dan sebagainya. Akibatnya, mereka tidak bisa produktif karena sindrome ini akan terulang kembali setiap saat. Menurut penelitian, sindrome ini dapat bertahan selama 10 tahun lamanya atau bahkan lebih lama dan belum ada pengobatan khusus untuk mengatasinya. Tentu saja, mereka dengan sindrome ini pasti sudah banyak melewatkan masa mudanya.

Penyebab sindrome langka ini tidak diketahui secara pasti. Namun, dipercaya bahwa sindrome ini diakibatkan oleh gangguan di beberapa bagian otak, tepatnya bagian hipotalamus dan talamus. Kedua bagian tersebut berperan dalam mengatur nafsu makan, mengendalikan tidur, dan suhu tubuh. Sampai dengan saat ini, belum ada pengobatan dan metode pencegahan yang membantu dan menghindari sindrome ini. Sindrom putri tidur tidak dapat terdiagnosis lebih awal, karena gejalanya mirip dengan beberapa penyakit lain, seperti penyakit saraf dan gangguan kejiwaan. Adapun mereka yang telah mengidap sindrome ini, dapat diketahui dengan gejalanya seperti :

  • Jadi pelupa dan tidak mengenali lingkungan sekitar.
  • Nafsu makan menjadi besar
  • Mudah lelah.
  • Gangguan mood

Tidak menyangka bukan, ternyata hal seperti ini bisa terjadi di kehidupan nyata. Ini merupakan salah satu sleep disorder, selain insomnia, hipersomnia, dan climomania. Untuk yang belum membaca artikel mengenai sleep disorder tersebut, kamu dapat membacanya dengan klik disini. Nah Insan Peduli, adakah di sekelilingmu yang menderita sindrome langka ini? Mudah-mudahan tidak ada yah!

Sumber: health kompas, alodokter

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: