Asuransi untuk Penyakit Psikologis, Serta Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Scroll down to content

Kesehatan mental tidak kalah berbahaya dari penyakit fisik, gangguan psikologis atau biasa dikenal dengan gangguan mental, juga sangat berbahaya dan bisa mengancam jiwa.

Sehingga, memiliki asuransi untuk penyakit psikologis, juga penting, terlebih bagi mereka yang kondisi mentalnya lemah, dan mudah terganggu.

Pengertian Penyakit Psikologis
Seperti yang sudah dikatakan di atas, penyakit psikologis, gangguan psikologis, atau sakit juga merupakan serangkaian gangguan cara berpikir (cognitive), kemauan (volition, emosi (affective, dan perilaku (psychomotor), yang sedang dalam keadaan tidak normal, baik fisik maupun mental.

Jika dibagi sesuai golongan keabnormalan tersebut, bisa dibedakan menjadi dua, yakni gangguan saraf (neurosis) dan gangguan jiwa (psikosis). Setidaknya, ada sekitar 3.000 lebih jenis penyakit psikologis atau penyakit kejiwaan, yang telah terdeteksi melalui berbagai penelitian. Wah banyak juga ya!

Rata-rata, gangguan kesehatan psikologi banyak yang berawal dari gangguan cara berpikir (cognitive). Bahkan, salah satu penyakit psikologis yang paling banyak diderita orang, di dunia ini adalah depresi.

Jenis-jenis Penyakit Psikologis
-Depresi
-Kepribadian Ganda
-Skizofrenia
-Demensia
-Cemas Berlebihan
-OCD (Obsessive-compulsiver disorder)
-Fibia Sosial
-Autisme
-Gangguan Narsistik

Salah satu dari jenis-jenis penyakit psikologi di atas, mungkin pernah menghampiri kamu, atau mungkin sedang kamu alami saat ini. Terlebih, bagi kamu para generasi muda, karyawan, hingga masyarakat urban, diketahui sangat rentan terhadap penyakit psikologi.

Asuransi untuk Penyakit Psikologis Sudah jadi Hal Biasa di Negara Barat
Tahukah kamu bahwa di Amerika Serikat, 90 persen warga negaranya mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi kesehatan, yang mencakup kesehatan mental. Sehingga, mereka memiliki akses layanan kesehatan mental secara gratis, atau dicover beberapa persen oleh pihak asuransi.

Bahkan, perusahaan-perusahaan di AS, yang memiliki karyawan minimal 50 orang, karyawannya wajib memiliki asuransi untuk penyakit psikologis. Sehingga, para karyawan, bisa dengan mudah berkonsultasi seputar masalah kesehatan mentalnya, dengan mudah.

Terlebih, karyawan atau pekerja, meski masih usia muda, sangat rentan depresi atau mengalami penyakit psikologis lainnya.

Asuransi Psikologi di Indonesia Belum Dianggap Penting
Masih dipandang sebelah mata, tentang pentingnya asuransi untuk penyakit psikologis, membuat belum banyak perusahaan asuransi di Indonesia, yang menggarap asuransi yang merujuk ke kesehatan mental. Jika ada pun, mungkin lebih ke arah gimmick, menurut para pengamat ekonomi.

Hal tersebut terjadi karena diakibatkan, kurangnya permintaan layanan kesehatan mental, menurut Asosiasi Asuransi jiwa Indonesia. Sekalinya ada, produk asuransi tersebut selalu diikuti dengan ketakutan penyakit lainnya, seperti jantung, kanker, stroke, dan lain-lain, sehingga potensi klaim tinggi.

Sumber : Cekaja.com
Foto : Shutterstock

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: