Benarkah Santan Penyebab Kolesterol ?

Scroll down to content

Bumbu masakan menjadi salah satu kunci rahasia kelezatan cita rasa suatu makanan. Salah satu penyedap hidangan makanan adalah campuran santan. Santan berasal dari perasan daging buah kelapa yang diparut. Biasanya air santan bisa dijadikan sebagai salah satu bahan utama dalam masakan, contohnya nasi uduk, lodeh, opor, dan lainnya. Tidak hanya masakan berat, beberapa minuman segar pun menggunakan santan, seperti es cendol. Parutannya pun bisa dijadikan sebagai pendamping kue tradisional, seperti kelepon. Banyak olahan makanan yang menggunakan santan karena dinilai “menggurihkan” masakan, namun justru santan dinilai sebagai salah satu penyebab kolesterol. Benarkah?

Beberapa orang juga berpendapat sebaliknya, bagaimana mungkin buah kelapa yang biasanya dijadikan sebagai obat alami untuk mendetoks tubuh, berubah menjadi penyebab dari kolesterol? Santan merupakan sumber lemak nabati yang dapat melarutkan vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D, E, serta vitamin K. Santan tidak memiliki kandungan kolesterol sama sekali. Pada porsi 100 gram santan, hanya ada sekitar 230 kalori. Santan juga mengandung asam laurat yang dinilai bisa dijadikan sebagai sumber energi. Tidak hanya itu, santan juga mengandung  karbohidrat, sodium, protein, lemak tidak jenuh ganda, lemak tidak jenuh tunggal, dan lemak jenuh. Lemak jenuh yang ada pada kandungan santan lah yang dapat menyebabkan kolesterol, jika mencapai angka 21 gram.

Selain lemak jenuh, risiko kolerestrol juga dapat terjadi dari cara pengolahan bersama bahan makanan lain yang tinggi kolesterol, seperti jeroan atau telur. Terlebih, jika masakan tersebut dikonsumsi dengan nasi dalam jumlah banyak. Jika perpaduan ini dimakan sekaligus tentu saja  memiliki dampak yang tidak baik bagi kesehatan. Mengkonsumsi santan tidak berbahaya, namun jika dikonsumsi dalam hitungan yang tidak pas dan berlebihan yang akan berbahaya. Konsumsi santan yang berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas.

Jadi, tidak ada hubungannya yah antara santan dan kolesterol. Yang harus dipahami adalah pengolahan makanan yang berbahan dasar santan dan campuran lainnya. perlu diketahui, bahwa makanan berbahan santan sebaiknya langsung dikonsumsi habis dan tidak dianjurkan berulang kali dipanaskan. Jika kamu penggemar makanan berbahan dasar santan, masaklah sesuai dengan takaran yang dianjurkan. Jika lebih, kamu dapat menggantinya dengan susu segar. Untuk itu, bijaklah dalam mengkonsumsi segala bentuk makanan, karena sesuatu yang berlebihan untuk tubuh, dampaknya tidak akan baik untuk kesehatan.

pic by shutterstock

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: