Virtual Meeting Mulai Terasa Jenuh dan Melelahkan, Ini Solusinya

Scroll down to content

Covid-19 telah mengubah seluruh kebiasaan manusia. Kita tak lagi bebas untuk bersosialisasi. Beberapa perusahaan juga memutuskan untuk melanjutkan sistem kerja mereka dari rumah hingga tahun depan. Tidak ada lagi perkumpulan, tidak ada lagi acara besar, tidak ada lagi rapat dan lainnya. Sebegitu kuatnya pandemi ini mengubah isi dunia. Sosialisasi hanya dilakukan menggunakan bantuan teknologi. Seluruh kegiatan dilakukan dengan video online secara virtual, yang biasanya dilakukan melalui aplikasi seperti Zoom, Facetime, Skype, atau Whatsapp video. Namun, apakah hal ini sudah tepat dilakukan? Jawabannya adalah belum tentu.

Menghadiri rapat atau pertemuan secara virtual dapat membuat otak kita bekerja lebih keras. Bagaimana tidak, kebiasaan kita biasanya langsung melihat dan mendengar, namun kali ini hanya bisa melihat  namun tidak dapat mendengar dengan jelas. Penyebabnya bisa secara teknis atau kesalahan pada jaringan, yang membuat otak bekerja keras untuk menampung segala informasi yang disampaikan. Salah satu alasan lainnya adalah banyaknya anggota yang mengikuti rapat virtual sehingga sulit untuk melakukan komunikasi. Maka dari itu, rapat secara virtual dinilai lebih menguras energi dan butuh konsentrasi yang cukup. Bekerja dari rumah sangat sulit untuk beberapa orang, terutama mereka yang membutuhkan konsentrasi dan ketenangan.

Dilansir dari Lifestyle Kompas, terdapat survei terbaru yang mengungkapkan banyak peserta rapat yang sebetulnya tidak memperhatikan keseluruhan isi rapat. Meski dilakukan dari rumah, ternyata rapat virtual tersebut lebih menguras energi dan konsentrasi, apalagi jika mereka memiliki agenda rapat virtual lebih dari satu kali dalam sehari. Kelelahan akibat rapat virtual itu kini dikenal dengan istilah “zoom fatigue”. Kelelahan ini dapat terjadi, karena otak harus bekerja kerja memproses simbol non-verbal, seperti ekspresi wajah, nada suara, dan bahasa tubuh. kelelahan ini dapat diatasi, dengan cara seperti :

  • Tidak mengerjakan pekerjaan lainnya selagi rapat virtual, termasuk bermain sosial media, agar lebih berkonsentrasi dan pikiran tidak terpecah ke hal lainnya.
  • Mengistirahatkan mata dengan tidak menatap layar laptop atau gadget terlalu lama selagi rapat virtual.
  • Usahakan anggota tidak banyak untuk menghindari “tabrakan” dalam berbicara.
  • Atur waktu untuk mengikuti rapat virtual agar tidak jenuh.
  • Minimalisir gangguan dari lingkungan sekitar.

Terdengarnya mungkin biasa saja yah rapat virtual, ternyata lebih melelahkan, loh! Nah, untuk kamu yang mulai merasa bosan dan jenuh beberapa bulan ini karena keterbatasan aktifitas, coba cari suasana baru agar tidak jenuh. Karena dengan bosan atau jenuh, tentu konsentrasi juga akan terganggu. Selamat mencoba!

Source: lifestyle kompas

Pic by shutterstock

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: