International Youth Day 2020

Scroll down to content

Tak hanya ada peringatan Hari Ayah atau Hari Ibu, ternyata peringatan untuk Hari Anak juga ada, yakni Peringatan Hari Remaja Internasional yang selalu jatuh pada tanggal 12 Agustus. Peringatan ini adalah untuk merayakan hal-hal yang berkaitan dengan remaja yang dicetuskan oleh PBB pada tahun 1998 dan diperingati pertama kali pada tahun 2000. Hari Remaja Internasional juga dijadikan sebagai ajang bagi remaja-remaja di dunia untuk saling berbagi ilmu pengetahuan dan informasi. Kepala BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Hasto Wardoyo berharap Remaja Indonesia dapat lebih meningkatkan keterampilan, kemampuan dan kapasitas meski di tengah situasi pandemi Covid-19. Kemampuan ini dinilai penting guna mempersiapkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) unggul menuju Indonesia Emas pada 2045 mendatang.

Peringatan Hari Remaja Internasional 2020 merupakan momentum penting untuk meningkatkan kepedulian publik terhadap tantangan era dan peran strategis generasi zilenial dan milenial sebagai generasi yang menjadi angkatan kerja yang dituntut untuk dapat memiliki kemampuan dan inovasi yang tinggi agar dapat bersaing. Hasto Wardoyo juga siap untuk menemani para remaja hadir di tengah-tengah keluarga, menjadi sahabat para remaja dan keluarga. Sejak tahun 2007, BKKBN telah menginisiasi Pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja atau PIKKRR yang kemudian berkembang menjadi PIK Remaja Mahasiswa atau PIKRM dalam rangka pembinaan ketahanan remaja sebagai bagian dari upaya pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, serta pembangunan sumber daya manusia atau SDM yang berkualitas.

Program Bangga Kencana memiliki kepentingan agar peluang bonus demografi sebagai dampak dari upaya pengaturan kelahiran jangka panjang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya dan memberikan kontribusi untuk meningkatkan performa pembangunan. Konsentrasi di masa pandemi ini untuk mendampingi para remaja untuk lebih banyak belajar menyiapkan keterampilan diri, pengetahuan dan mindset yang baru tentang kesiapan untuk hidup berkeluarga. Ada tiga pendekatan yang dilakukan, yakni paham tentang biologis, paham tentang ekonomi, dan paham tentang psikologi. Mempersiapkan peluang bonus demografi sebagai dampak dari upaya pengaturan  kelahiran jangka panjang menjadi tugas penting dari BKKBN saat ini agar bumi demografi nantinya dapat dimanfaatkan dan memberikan performa pembangunanan.

Sumber: metroprimetime

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: