Ini Dia 5 Pilihan Obat ‘Painkiller’ Alami Bagi Ibu

Scroll down to content

Penggunaan obat untuk mengatasi rasa nyeri seperti pada sakit gigi berisiko memicu efek samping pada organ dan kesehatan Anda. Untuk itu sebagai alternatif, gunakan painkiller atau pereda rasa sakit alami.

Beberapa rempah-rempah di Indonesia dipercaya dapat mengobati peradangan dan kondisi terkait lainnya. Daripada tergantung pada obat, akan lebih baik jika Anda mencoba pilihan yang lebih alami.

Berikut beberapa painkiller atau pereda rasa nyeri alami, melansir Healthline.

  1. Kulit kayu pohon willow
    Banyak orang telah menggunakan kulit kayu pohon willow untuk meredakan peradangan yang menjadi penyebab sebagian besar rasa sakit. Kulit kayu willow mengandung senyawa kimia yang mirip dengan bahan utama pembuatan aspirin-obat pereda rasa nyeri. Pada awalnya, orang mengunyah kulit pohon willow secara langsung untuk menghilangkan rasa sakit dan demam. Namun, kini kulit pohon willow dijual sebagai ramuan kering yang bisa disajikan dalam bentuk teh. Kulit pohon willow dipercaya dapat meringankan sakit kepala, nyeri pinggang, osteoarthritis, dan banyak kondisi lainnya.

Namun, Anda juga perlu mewaspadai efek samping yang ditimbulkan. Waspadai efek samping seperti sakit perut dan waktu pendarahan yang semakin lama. Kulit pohon willow juga hanya boleh digunakan oleh orang dewasa. Kulit pohon willow akan berubah menjadi racun jika dikonsumsi anak-anak.

  1. Kunyit
    Manfaat kesehatan dari kunyit sudah bukan rahasia lagi. Kunyit mengandung senyawa curcumin sebagai antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari molekul radikal bebas yang dapat merusak sel. Kunyit umumnya digunakan untuk mengobati berbagai kondisi seperti gangguan pencernaan, bisul, sakit perut, psoriasis, dan kanker. Beberapa orang dengan osteoarthritis juga menggunakan kunyit sebagai pereda nyeri alami karena membantu meredam peradangan.
  2. Cengkeh
    Seperti suplemen herbal lainnya, Anda dapat menggunakan cengkeh untuk mengobati berbagai kondisi. Selain meringankan mual dan mengatasi masuk angin, cengkeh juga dipercaya dapat meredam rasa nyeri akibat sakit kepala, radang rematik, dan sakit gigi. Cengkeh juga bisa digunakan sebagai pereda nyeri topikal.Eugenol, senyawa aktif dalam cengkeh, diketahui dapat berperan sebagai pereda nyeri alami.
  3. Akupunktur
    Akupunktur berupaya menghilangkan rasa sakit dengan menyeimbangkan jalur energi alami tubuh. Aliran energi ini disebut dengan istilah ‘qi’. Ahli akupunktur akan menusukkan jarum tipis dan kecil ke permukaan kulit Anda. Lokasi penusukan tergantung dengan sumber rasa sakit. Berdasarkan qi, jarum dapat dimasukkan jauh dari bagian tubuh yang mengalami rasa sakit. Akupunktur dapat meredakan rasa sakit dengan membiarkan tubuh melepaskan serotonin, hormon pemicu perasaan senang yang bisa mengusir rasa sakit. Sebuah studi menemukan, akupunktur dapat menghilangkan rasa sakit yang terkait dengan osteoarthritis, migrain, dan berbagai nyeri kronis.
  4. Es batu
    Memberikan kompres dingin dengan es batu dipercaya dapat mengurangi pembengkakan dan peradangan, yang secara otomatis meringankan rasa sakit. Kompres dingin juga dipercaya dapat membantu meringankan rasa sakit kepala.

Sumber : CNN Indonesia

Foto : Pixabay

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: