Diet Dengan Mengkonsumsi Lemak? Mungkinkah?

Scroll down to content

Diet keto merupakan diet yang dilakukan dengan cara menerapkan pola makan rendah karbohidrat, namun tinggi lemak. Metode diet ini kian populer karena dianggap cepat menurunkan berat badan. Namun, bila diet keto tidak dilakukan dengan tepat, sebaliknya diet ini dapat membahayakan kesehatan. Diet biasanya dijalani seseorang untuk mencapai  menurunkan berat badan yang ideal. Semua diet memiliki cara kerja masing-masing dan resikonya tersendiri, termasuk diet keto. Tidak semua diet sesuai dengan kondisi tubuh dan kemampuan fisik seseorang, untuk itu sebelum memulai diet alangkah baiknya mengetahui cara kerja dan resikonya terlebih dahulu, agar tidak menimbulkan penyesalan.

Diet keto dilakukan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan meningkatkan konsumsi lemak, agar tubuh mencapai kondisi ketosis. Diet keto standar meliputi pola makan berupa 75% konsumsi lemak, 20% konsumsi protein, dan 5% konsumsi karbohidrat. Dalam kondisi ketosis tersebut, tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi utama. Lemak juga akan diubah menjadi keton di organ hati, sehingga dapat memberi asupan energi untuk otak. Diet keto juga dilakukan untuk mengatasi beberapa jenis penyakit, di antaranya:

  • Mengontrol gula darah pada penderita diabetes tipe 2
  • Meringankan gejala epilepsi pada anak
  • Mengurangi risiko penyakit jantung
  • Mengurangi risiko terkena gangguan sistem saraf

Diet keto dianjurkan untuk dilakukan dalam jangka pendek atau sekitar  2–3 minggu hingga batas maksimal 6–12 bulan. Berikut adalah daftar makanan yang bisa dikonsumsi dalam diet keto yang mengandung tinggi lemak, seperti :

  • Telur
  • Daging merah, ayam, sosis, steak, kalkun, bacon
  • Mentega dan krim
  • Ikan salmon, tuna, mackarel, sarden
  • Jenis keju yang tidak diolah
  • Buah alpukat dan stroberi
  • Kacang almond, biji chia, kenari, dan jenis kacang-kacangan
  • Sayur hijau, paprika, tomat, bawang, dll
  • Yoghurt fuul fat dan susu full fat
  • Dark chocolate hingga 90%

Selain itu, hindari beberapa makanan di bawah ini, seperti :

  • Jus buah yang menggunakan banyak gula, termasuk permen, soda, dan lainnya
  • Biji-bijian: produk yang menggunakan bahan gandum, sereal, pasta, nasi, dan lainnya
  • Kacang-kacangan: kacang merah,kacang polong, buncis, dan lainnya
  • Umbi-umbian: wortel, kentang, ubi jalar
  • Produk rendah lemak yang kaya karbohidrat
  • Bumbu: batasi penggunaan minyak nabati, mayones, dan lainnya
  • Makanan yang mengandung kadar gula buatan yang cukup tinggi
  • Hindari minuman beralkohol

Diet keto tidak dilakukan secara terus-menerus. Dalam jangka waktu 6-12 bulan selanjutnya diikuti dengan pola hidup sehat. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari risiko gangguan kesehatan yang mungkin terjadi jika diet keto dilakukan dalam jangka panjang, seperti :

  • Kekurangan asupan karbohidrat sehat, seperti dari buah, gandum utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran kaya karbohidrat.
  • Kehilangan manfaat vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh, sampai dengan gangguan ginjal, apabila konsumsi protein melebihi porsi yang dianjurkan secara terus menerus dalam jangka panjang
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Merasakan badan yang lebih lemas dan tidak berdaya
  • Kekuatan otot menyusut bisa juga sampai cungkring
  • Kadar gula dalam darah turun secara drastis
  • Gangguan pada sistem pencernaan
  • Kram di bagian otot seperti kaki, tangan, dan lainnya
  • Mengalami masalah bau mulut
  • Lebih cepat ngantuk

Sumber: Alodokter

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: