Penting Untuk Diketahui Oleh Ibu Hamil

Scroll down to content

Setiap wanita pastinya selalu ingin tampil cantik, terutama saat hamil. Hamil bukanlah alasan untuk tidak merawat diri. Tak jarang, ada yang sangat khawatir mengenai kehamilannya. Banyak produk-produk sehari-hari yang mengandung kandungan zat berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan janin. Misalnya, produk perawatan diri, makanan berpengawet, paparan rokok, udara kotor, dan lainnya. Saat hamil, produk yang digunakan tentu saja harus berbeda karena harus memperhatikan kandungan zat-zat lainnya. Untuk itu, penting untuk mengetahui zat-zat apa saja yang dinilai berbahaya bagi ibu hamil.

Zat kimia yang berlebihan pada ibu hamil berperan menyebabkan resiko buruk pada pertumbuhan janin, misalnya cacat lahir, prematur, berat badan rendah dan gangguan perkembangan saraf bayi. Zat tersebut dapat terjadi karena adanya zat toksin yang terdapat dalam kandungan produk perawatan tubuh, yang biasanya luput dari perhatian. Berikut adalah zat toksin yang berbahaya dan harus dihindari saat kehamilan, antara lain :

  • Paraben

Paraben memiliki sifat hormon estrogen, yang dapat menyebabkan kanker payudara dan tentunya menghambat pertumbuhan janin.

  • Merkuri

Merkuri merupakan kandungan yang berbahaya dan tidak boleh ada di dalam produk kecantikan, bahkan saat tidak hamil. Merkuri dapat berdampak pada kerusakan sistem saraf dan gangguan perkembangan janin.

  • Hydroquinone

Hydroquinone merupakan zat kimia yang digunakan untuk mencerahkan kulit. Kandungan berbahaya pada Hydroquinone dapat mengakibatkan cacat dan kelainan pada janin.

  • Benzone

Benzone atau oxybensone banyak terdapat pada produk tabir surya yang mengandung chemical sunscreen. Resikonya, menyebabkan bayi lahir dengan cacat.

  • Retinoid

Retinoid mengandung vitamin A dan mempunyai kemampuan untuk mencegah penuaan dini dan membantu regenerasi sel jadi lebih cepat. Jenis-jenisnya pun beraneka ragam seperti adalah retinoic acid, retinol, retinyl linoleate, retinyl palmitate, differin (adapelene), tazorac dan avage (tazarotene). Pengunaan Retinoid dalam dosis yang sangat tinggi bisa dapat menyebabkan kecacatan pada janin.

  • BHA (Salicylic Acid)

BHA atau salicylic acid mudah ditemukan dalam produk anti jerawat, anti ketombe, krim pelembap wajah, dan toner. Fungsi BHA sendiri adalah untuk mengurangi kemerahan dan iritasi pada kulit. Pada ibu hamil, kandungan BHA dapat  menyebabkan keguguran, kecacatan, pendarahan atau masalah jantung pada bayi.

Nah, setelah mengetahui ini, cobalah periksa kandungan dalam kosmetik atau produk perawatan sehari-hari yang kamu gunakan. Jika terdapat salah satunya, maka hindarilah pemakaiannya selama masa kehamilan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Tidak hanya makanan saja, tetapi faktor luar juga memperngaruhi. Gunakanlah produk-produk yang aman untuk kehamilan.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: