Inilah Alasan Mengapa Antibiotik Harus di Minum Habis

Scroll down to content

Pernahkah seorang dokter meresepkan antibiotik untukmu dan berpesan harus dihabiskan? Pernahkah terbesit di pikiranmu, mengapa antibiotik tersebut harus dihabiskan? Mengapa dokter meresepkan antibiotik? Antibiotik merupakan obat yang diresepkan oleh dokter untuk melawan bakteri yang menjadi penyebab penyakit. Antibiotik mengandung segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia pada organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Cara kerja antibiotik yakni dengan membunuh atau menghambat proses pertumbuhan organisme kecil yang berbahaya dalam tubuh, seperti parasit, jamur, dan bakteri. Lalu, apa yang terjadi jika antibiotik tersebut tidak dihabiskan?

Biasanya, seseorang yang merasa sakitnya sudah  baikan atau sembuh akan berhenti meminum antibiotik. Dilansir dari situs laman Alodokter, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungapkan bahwa akibatnya, seseorang dapat berisiko mengalami resistensi antibiotik. Meskipun gejala penyakit yang Anda alami sudah berkurang atau hilang, mungkin saja bakteri yang bersarang dalam tubuh belum mati seluruhnya. Bakteri yang masih tersisa dalam tubuh dan akan mengalami mutasi. Mutasi ini akan mengakibatkan bakteri tersebut kebal terhadap antibiotik tertentu (bisa obat antibiotik yang Anda konsumsi terakhir kali, atau antibiotik yang sejenis). Maka ketika tubuh diserang kembali oleh infeksi bakteri lagi di kemudian hari, obat antibiotik yang diresepkan dokter mungkin tak akan mempan lagi untuk mengobati penyakit.

Maka dari itu, dokter selalu menganjurkan untuk tetap minum antibiotik ini meski tubuh sudah merasa sembuh dan kembali sehat. Antibiotik biasanya diresepkan selama satu minggu dengan aturan pakai tiga kali sehari. Hal ini dimaksud untuk memastikan bakteri yang masuk ke tubuh telah musnah sepenuhnya tanpa tersisa. Bagaimana dengan obat lainnya yang diresepkan bersamaan dengan antibiotik? Kamu dapat menghentikan konsumsi jika kamu sudah merasa baikan, namun untuk antibiotik tetap harus dihabiskan meskipun kamu sudah merasa sehat.  

Nah, untuk kamu yang tidak menyukai minum obat-obatan, jika tidak sakit terlalu parah kamu dapat mengkonsumsi obat-obatan lain tanpa harus antibiotik. Selain itu, kamu juga harus mendapatkan istirahat yang cukup. Jika obat lain dan istirahat sudah cukup, kamu tidak perlu untuk mengkonsumsi antibiotik. Jangan lupa untuk terapkan pola hidup sehat agar terhindar dari segala jenis penyakit, yah!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: