Sejauh Apakah Bahaya Boraks Bagi Tubuh?

Scroll down to content

Boraks merupakan senyawa dengan nama kimia natrium tetraborat yang berbentuk kristal lunak boraks bila dilarutkan dalam air akan terurai menjadi natrium hidroksida dan asam borat. Biasanya, boraks digunakan untuk bahan non pangan seperti campuran pembuatan gelas, pengawet kayu, salep kulit, obat sariawan, dan campuran pupuk tanaman. Boraks merupakan zat kimia yang harus diwaspadai penggunaannya. Namun, ada juga oknum-oknum yang menyalahgunakan penggunaan boraks. Penyalahgunaan ini biasanya dilakukan untuk menggurihkan makanan dan mengenyalkan seperti pada bakso, mie, kerupuk dan makanan lainnya.

Jika boraks masuk ke dalam tubuh dalam jumlah besar, maka dalam periode yang singkat dapat menyebabkan beragam masalah kesehatan serius, berupa gangguan lambung, usus, hati, otak, meracuni semua sel-sel tubuh, bahkan gagal ginjal akut. Ginjal dan hati adalah dua organ yang mengalami kerusakan yang paling parah akibat mengonsumsi makanan yang mengandung boraks. Boraks sangat mudah diperoleh di pasaran, harganya relatif murah, membuat makanan tampak lebih menarik, tidak langsung menimbulkan efek negatif. Kamu dapat mencurigai makanan-makanan yang mengandung boraks, dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  • Bentuk dan tekstur lebih kenyal, padat dan renyah
  • Memiliki bau yang menyengat
  • Makanan tidak cepat rusak dan busuk dan dapat bertahan pada suhu ruangan selama 3-4 hari atau bahkan lebih
  • Makanan dapat bertahan lebih dari dua pekan dalam lemari es
  • Bertekstur sangat kenyal, tidak mudah hancur, atau sangat renyah.

Berikut adalah bahaya kesehatan yang mengintai setelah mengkonsumsi boraks, antara lain dapat menyebabkan mual, pusing, dan muntah-muntah, dan diikuti oleh diare. Selain itu, paparan boraks yang tinggi dapat mengganggu hormon tubuh, seperti reproduksi pria, mengurangi jumlah sperma dan libido. Pada wanita, boraks dapat mengurangi ovulasi dan kesuburan. Untuk para orang tua khususnya harus berhati-hati dalam memberikan makanan atau jajanan kepada anak, karena gejalanya dapat menyebabkan kematian. Untuk itu, sebaiknya sebagai konsumen kita harus lebih teliti dalam membeli produk-produk yang mengandung boraks atau bahkan bahan kimia lain yang tidak juga berbahaya.

sumber: bpom

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: